Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Strategi Line Lawan WhatsApp dan BlackBerry Messenger

Kompas.com - 17/06/2017, 14:10 WIB
|
EditorDeliusno

Bukan hanya mengubah bahasa

Di kesempatan yang sama, Chief of Social Media Officer Line, Jun Masuda menambahkan, lokalisasi bukan hanya soal mengubah bahasa dan tampilan sesuai dengan negara masing-masing. Lebih dari itu, menurutnya, penyedia layanan juga harus mengubah user experience.

"Anda juga harus memiliki tim developer aplikasi khusus, serta (pejabat) pengambil keputusan yang mengetahui latar belakang budaya masing-masing negara," ucap Masuda.


Model pendekatan yang dilakukan oleh Messenger dan WhatsApp, yakni pendekatan yang sama di semua negara, menurut Masuda hanya sesuai untuk negara-negara yang mayoritas penduduknya menggunakan bahasa Inggris.

Sementara di Asia, wilayah dimana Line berjaya, terdapat latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda-beda. "Kalau saya sendiri yang harus mengambil keputusan, bisa jadi saya salah," tutur Masuda.

Masuda mengatakan, belakangan ini mulai banyak penyedia aplikasi pesan instan yang mulai mengadopsi pendekatan lokal masing-masing negara. Namun menurut Masuda, hal itu tidak mudah untuk dilakukan.

Kamera dan video adalah masa depan

Tantangan yang dihadapi Line di Asia saat ini adalah bagaimana mereka bisa memberikan layanan yang serupa di semua negara. Menurut Idezawa, jawabannya adalah di kamera dan video. Dua hal inilah yang menjadi fokus Line dalam tahun-tahun mendatang.

"Inisiatif kami berikutnya untuk pasar Asia adalah kamera dan video, tantangannya saat ini adalah memberikan layanan ini bisa digunakan di luar Jepang," kata Idezawa.

Baca: Ini Deretan Fitur Baru Line di 2017

"Di situlah (kamera dan video) kami akan menjangkau pasar global," katanya.

Strategi video inilah yang menjadi bagian dari salah satu visi Line dalam lima tahun ke depan. Di ajang Line Conference 2017 lalu Line merilis layanan video dan fitur efek atau filter kamera.

Beberapa di antaranya adalah Line TV, Line Live, dan Line Stories. idezawa mengatakan layanan-layanan inilah yang akan disegerakan untuk disebar ke berbagai negara di Asia, termasuk salah satunya adalah di Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.