AS Cabut Larangan Laptop di Pesawat untuk Penerbangan dari Dubai dan Turki

Kompas.com - 06/07/2017, 11:22 WIB
ARSIP EMIRATES Boeing 777-300ER Emirates

KOMPAS.com - Amerika Serikat menerbitkan larangan membawa perangkat elektronik yang lebih besar dari smartphone untuk penerbangan yang berasal dari negara-negara Arab tertentu. Kini, larangan tersebut dicabut untuk beberapa negara.

AS telah mencabut larangan laptop itu untuk penerbangan langsung ke AS menggunakan maskapai Etihad dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Beberapa hari setelahnya, pemerintah Negeri Paman Sam kembali mencabut larangan membawa laptop dalam penerbangan langsung dengan maskapai dari dua kota lain, yakni Emirates di bandara Dubai, Uni Emirat Arab, dan Turkish Airlines di Istanbul, Turki.

Emirates dan Turkish Airlines merupakan satu-satunya maskapai yang mengoperasikan penerbangan langsung ke Amerika Serikat dari bandara di kota masing-masing.

Baca: Efektifkah Larangan Bawa Laptop ke Pesawat Cegah Terorisme?

Juru bicara Emirates mengatakan pencabutan larangan tersebut dilakukan setelah bandara Dubai International menerapkan lengkah-langkah pengamanan tambahan, sebagaimana diuraikan oleh US Department of Homeland Security pekan lalu.

Langkah-langkah dimaksud mencakup screening yang lebih ketat untuk alat elektronik milik pribadi, apakah mengandung benda terlarang atau tidak.

Turkish Airlines mengatakan larangan membawa laptop dalam pernerbangan langsung ke AS telah dicabut pada Selasa kemarin. Larangan serupa yang juga diterapkan Inggris terhadap maskapai tersebut diharapkan akan menyusul dicabut.

“Tim teknis dari Inggris akan datang untuk evaluasi dalam sepekan ke depan. Saya yakin mereka akan mencabut larangan itu,” ujar Menteri Transportasi Turki, Ahmet Arslan, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Reuters, Kamis (6/7/2017).

Amerika Serikat mulai menerapkan larangan membawa perangkat elektronik berukuran besar dalam penerbangan langsung ke negerinya dari 10 bandara di delapan negara, yakni Mesir, Maroko, Yordania, Uni Emirat Arab, Saudi Arabia, Kuwait, Qatar, dan Turki.

Alasannya, perangkat elektronik besar seperti laptop, tablet, dan kamera dikhawatirkan bisa diakali teroris untuk menyimpan bom. Gara-gara larangan ini, Emirates mengatakan angka permintaan untuk penerbangan ke AS menurun.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


PenulisOik Yusuf
EditorReska K. Nistanto
SumberReuters
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X