Minat Orang Indonesia Pakai Aplikasi Lokal Rendah

Kompas.com - 06/07/2017, 20:09 WIB
|
EditorReska K. Nistanto

JAKARTA, KOMPAS.com - Sepanjang kuartal pertama 2017, ada lebih dari 10 juta pengguna internet mobile baru di Indonesia. Berbarengan dengan pertumbuhan yang masif itu, konsumsi aplikasi mobile pun meningkat.

Meski demikian, dari 100 aplikasi mobile terpopuler di Tanah Air, hanya 12 persen yang merupakan aplikasi lokal karya anak bangsa. Begitu menurut laporan teranyar dari perusahaan solusi telekomunikasi, Ericsson.

Tak dijabarkan oleh Ericsson aplikasi lokal apa saja yang termasuk dalam 12 persen tersebut. Namun, kategorinya terbagi di sektor dictionary, banking, mobile service, news, shopping, transportasi, dan travel, sebagaimana tertera dalam pemaparan Ericsson Mobility Report, Kamis (6/7/2017) di Restoran Marche, Jakarta.

Fatimah Kartini Bohang/KOMPAS.com Vice President sekaligus Head of Network Product Unit Ericsson untuk Indonesia dan Timor Leste, Ronni Nurmal, usai memaparkan Ericsson Mobility Report, Kamis (6/7/2017), di Jakarta.

Potensi yang bisa digarap

President sekaligus Head of Network Product Unit Ericsson untuk Indonesia dan Timor Leste, Ronni Nurmal mengakui bahwa untuk mencapai 100 persen aplikasi lokal di Tanah Air adalah hal sulit.

Pasalnya, aplikasi asing semacam Facebook, WhatsApp, dan Instagram, sudah menjadi kebutuhan sehari-hari dan mengakar. Meski demikian, bukan berarti persentase 12 persen itu tak bisa ditingkatkan. Menurut dia, masih banyak potensi aplikasi lokal yang bisa digarap.

“Pengembang aplikasi lokal harus lebih kreatif menciptakan aplikasi yang solutif atas permasalahan lokal,” kata dia.

Ronni menambahkan bahwa kondisi sosial masyarakat di Indonesia paling dipahami oleh orang Indonesia. Misalnya saja di sektor pertanian, perikanan, pertambangan, dan pendidikan.

Lebih lanjut, selain Indonesia, negara-negara di Asia Tenggara memang cenderung belum terlalu masif dari segi pengembangan aplikasi lokal. Di Singapura, hanya 23 persen dari aplikasi populer yang merupakan aplikasi lokal.

Selanjutnya secara berurutan adalah Vietnam (21 persen), Thailand (18 persen), Malaysia (13 persen), dan Philipina (10 persen).

Baca: Indonesia 3 Besar Negara dengan Pertambahan Pengguna Internet Mobile

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.