Pembuat "Ransomware" Petya Minta Tebusan Rp 3 Miliar

Kompas.com - 07/07/2017, 16:38 WIB
Pesan yang ditampilkan ransomware Petya alias NotPetya alias GoldenEye di layar setelah berhasil mengunci komputer korban dengan enkripsi. The InquirerPesan yang ditampilkan ransomware Petya alias NotPetya alias GoldenEye di layar setelah berhasil mengunci komputer korban dengan enkripsi.
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Pekan ini, kelompok pembuat ransomware Petya yang sempat mewabah di berbagai belahan dunia tiba-tiba muncul ke permukaan. Mereka menarik empat keping Bitcoin senilai 10.000 dollar AS yang masuk ke alamat dompet digital untuk menampung tebusan korban.

Sejumlah kecil Bitcoin (0,1 keping) ditransfer ke layanan text sharing PasteBin dan DeepPaste yang biasa dipakai hacker untuk menyampaikan pengumuman. Sisanya dipindahkan ke alamat lain yang tidak diketahui.

Penarikan terjadi pada Selasa kemarin. Setelahnya, para pembuat program jahat tersebut mengunggah pengumuman di DeepPaste dan PasteBin. Di dalamnya, mereka menawarkan “obat” alias kunci enkripsi untuk merestorasi berkas-berkas digital yang dikunci oleh ransomware Petya. Tapi ada harga yang diminta.

“Kirimkan 100 Bitcoin dan Anda akan mendapat private key untuk membuka kunci enkripsi harddisk mana pun (kecuali disk booting),” tulis sang pembuat Petya, sambil menyertakan signature private key Petya, untuk membuktikan bahwa pesan tersebut benar-benar ditulis oleh orang di balik Petya.

Baca: Apa Itu Ransomware Petya?

Tak ada alamat Bitcoin yang diberikan untuk melakukan pembayaran. Alih-alih membayar langsung, peminat diarahkan ke sebuah chatroom di dark web untuk bertransaksi.

Menurut Motherboard yang berhasil berkomunikasi dengan pembuat Petya, harga yang relatif tinggi itu (100 Bitcoin bernilai lebih dari Rp 3,4 miliar, dengan nilai tukar 2.560 dollar AS per keping) dipatok lantaran kunci enkripsi ini merupakan “master key” yang bisa membuka file di semua komputer korban Petya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski demikian, sebagaimana dirangkum KompasTekno, Jumat (7/7/2017), ketika diminta untuk membuka file yang terkunci dengan master key sebagai bukti bahwa kuncinya memang bekerja sesuai janji, sang pembuat Petya tak bersedia melakukan.  

Upaya pengalihan isu?

Berbeda dari ransomware kebanyakan yang biasanya hanya menyandera berkas-berkas (file) di komputer, Petya menghapus system file di harddisk sehingga komputer tidak bisa booting. Meski begitu, kunci enkripsi yang dijanjikan si pembuat seharusnya bisa digunakan untuk membuka file individual yang dienkripsi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.