Tutupnya Lambang Kesuksesan Manufaktur AS

Kompas.com - 20/07/2017, 17:09 WIB
Kantor/pabrik Microsoft. IstKantor/pabrik Microsoft.
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Microsoft memutuskan untuk menutup pabrik pembuatan tablet jumbo ukuran 84 inci, Surface Hub, yang berlokasi di Oregon, Amerika Serikat (AS).

Pabrik Microsoft di Oregon didirikan tak jauh dari markas Microsoft di Redmond, Washington, AS. Pabrik tersebut sebelumnya dielu-elukan sebagai lambang kesuksesan manufaktur AS. Microsoft mengajak jurnalis media-media besar dalam pembukaan pabrik tersebut.

Pabrik di Oregon tersebut digunakan oleh Microsoft untuk memproduksi Surface Hub, tablet PC seukuran papan tulis, hingga 84 inci.

Namun sekarang, setelah dua tahun beroperasi, Microsoft mengambil keputusan bulat untuk menutupnya.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari Cnet, Kamis (20/7/2017), penutupan pabrik Microsoft itu berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 124 orang karyawan serta lusinan pegawai kontrak. Jumlah itu hampir seluruh pekerja pabrik di sana.

Namun penutupan pabrik tersebut tak berarti Microsoft telah menghentikan produksi Surface Hub. Mereka mengatakan akan memindahkan produksinya ke pabrik yang juga memproduksi tablet Surface lain.

Microsot tidak menyebut detail lokasi pabrik yang dimaksud. Tetapi selama ini, kebanyakan perangkat buatan Microsoft diproduksi di China. Desas-desus yang beredar, Microsoft bakal memindahkan produksi Surface Hub itu ke pabriknya di China.

Selain itu, Microsoft masih bungkam mengenai alasan penutupan tersebut. Perwakilan perusahaan tak bicara apa-apa pada saat mengumumkan penutupan pabrik di Oregon, mereka juga tak memberikan pernyataan apa pun pada publik.

Pembangunan pabrik manufaktur di AS merupakan salah satu inisiatif yang digagas oleh pemerintahan Presiden Trump.

Microsoft adalah salah satu yang mengikuti inisiatif tersebut, dengan membangun pabrik yang memproduksi Surface Hub di Oregon, sekitar dua tahun lalu. Tapi ternyata semua tak semudah angan.

“Manufaktur lokal adalah sesuatu yang sulit diwujudkan karena biaya yang tinggi dan langkanya teknisi ahli,” komentar ahli ekonomi Yale Univesity, Mitsuru Igami, mengenai penutupan pabrik tersebut.

Baca: Cerita Font Microsoft yang Bisa Tumbangkan Pemerintah Pakistan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNET
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X