Studi: Foto Asli dan Hasil Editan Sulit Dibedakan

Kompas.com - 21/07/2017, 19:07 WIB
Salah satu contoh foto palsu hasil manipulasi digital yang dipakai dalam studi University of Warwick. Dapatkah Anda menebak apa yang dipalsukan dari foto ini? SWNS.comSalah satu contoh foto palsu hasil manipulasi digital yang dipakai dalam studi University of Warwick. Dapatkah Anda menebak apa yang dipalsukan dari foto ini?
Penulis Oik Yusuf
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Kalimat "no pic, hoax" yang seringkali mengacu pada foto sebagai bukti bahwa suatu peristiwa benar terjadi agaknya tak bisa dijadikan pegangan di era digital seperti sekarang. Saat ini, sudah banyak software pengolah foto yang bertebaran dan bebas dipakai siapapun.

Pasalnya, orang ternyata sulit mengenali apakah sebuah foto sudah dimanipulasi secara digital atau tidak. Itulah, antara lain, kesimpulan yang diambil dari penelitian yang dilakukan oleh University of Warwick di Inggris.

Dalam studi tersebut, sebanyak 700 orang partisipan ditunjukkan 10 buah foto. Sebanyak 5 di antaranya merupakan foto asli tanpa modifikasi, sementara sisanya sudah diedit.

Hasilnya, para partisipan hanya memiliki tingkat akurasi 60 persen, hanya sedikit lebih baik dibandingkan akurasi apabila memilih secara acak antara dua jawaban "foto asli" atau "dimanipulasi" (tingkat akurasi 50 persen).

Foto asli yang belum dimodifikasi dari gambar di atas.SWNS.com Foto asli yang belum dimodifikasi dari gambar di atas.

Kalaupun bisa menebak sebuah foto merupakan gambar asli atau hasil manipulasi, sebagian besar peserta tak mampu melihat di mana letak manipulasi yang dilakukan. Hanya 45 persen manipulasi yang berhasil dideteksi.

"Saat orang-orang membaca koran atau majalah, atau pergi ke internet, mereka akan terekspos gambar-gambar palsu. Riset kami menunjukkan orang-orang kemungkinan besar tak akan bisa membedakan mana gambar asli dan palsu," ujar pimpinan studi, Sophie Nightingale, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Digital Trends, Jumat (21/7/2017).

"Tantangannya adalah bagaimana meningkatkan kemampuan mendeteksi gambar palsu. Misalnya, gambar editan biasanya menunjukkan tanda-tanda pemalsuan. Kami sedang melakukan studi lanjutan untuk melihat apakah orang bisa melihat tanda-tanda ini untuk mengidentifikasi pemalsuan," lanjutnya.

Tertarik mengetahui kemampuan diri sendiri dalam menebak gambar asli atau hasil manipulasi? Kuisioner riset tersedia secara online dan bisa diikuti lewat tautan berikut.

Baca: Wanita Selfie Bikin Rusak Karya Seni Rp 2,66 Miliar

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X