Inikah Tanda-tanda WhatsApp Mulai Cari Uang?

Kompas.com - 25/07/2017, 14:09 WIB
Ilustrasi MashableIlustrasi
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - WhatsApp dikabarkan mulai merekrut karyawan untuk membentuk tim yang mengelola monetisasi layanan pesan instannya. Ini mengindikasikan bahwa layanan pesan instan milik Facebook itu bakal segera mencari cara untuk menghasilkan uang.

Sejak dibeli oleh Facebook senilai 19 miliar dollar AS pada 2014 lalu, WhatsApp sama sekali tidak menghasilkan uang. Namun keadaan tersebut tampakanya akan segera berubah.

Pasalnya, sebagaimana dilansir KompasTekno dari Recode, Selasa (25/7/2017), salah satu posisi yang sedang dibuka dalam perekrutan pegawai baru WhatsApp adalah Product Manager.

Dalam rincian pekerjaan dijelaskan bahwa tanggung jawab Product Manager adalah memimpin pengembangan produk sekaligus upaya monetisasi.

Baca: Ingkar Janji WhatsApp soal Iklan dan Facebook

Artinya, setelah mendapatkan sosok yang cocok untuk mengisinya, bisa dipastikan bahwa WhatsApp bakal memulai upaya monetisasi atau mendapatkan uang. Walau belum jelas bagaimana mereka akan melakukannya.

Selain posisi tersebut, WhatsApp juga membuka dua lowongan pekerjaan lain yang terkait pengembangan bisnis dan produk. Kedua posisi yang dimaksud adalah Product Marketing Manager untuk menangani penjualan ke pelanggan dan perencanaan penjualan, serta Business Communication untuk urusan komunikasi bisnis mereka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada keterangan mengenai kualifikasi yang dibutuhkan untuk jabatan Product Manager dan Product Marketing Manager, dicantumkan bahwa WhatsApp membutuhkan orang dengan pengalaman di layanan pembayaran dan pencarian lokal.

Sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkap bahwa lowongan tersebut terkait dengan strategi WhatsApp yang ingin menciptakan produk untuk negara berkembang. Sasarannya, bisa jadi India atau Brasil.

Sumber lain menyebutkan bahwa WhatsApp memiliki rencana yang mirip dengan Apple, yakni membuat layanan pesan instan khusus untuk perusahaan. Di dalamnya, pelanggan bakal bisa berkomunikasi dengan perusahaan untuk mendapatkan jawaban, solusi atau transaksi keuangan.

WhatsApp sendiri belum mengungkap rencana bisnis mereka ke publik. Satu-satunya hal yang mereka utarakan adalah janji bahwa layanan pesan instan itu tidak akan dicemari oleh iklan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Recode

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.