Bandara di AS Perketat Pengecekan Barang Elektronik Penumpang

Kompas.com - 28/07/2017, 17:03 WIB
Seorang petugas Badan Keamanan Transportasi (TSA) memeriksa identitas penumpang di boarding pass di bandara nasional Ronald Reagan, Arlington, Virginia.Saul Loeb/AFP Seorang petugas Badan Keamanan Transportasi (TSA) memeriksa identitas penumpang di boarding pass di bandara nasional Ronald Reagan, Arlington, Virginia.

KOMPAS.com - Transportation Security Administration (TSA) di Amerika Serikat (AS) mengumumkan pengetatan prosedur pengamanan barang elektronik di berbagai bandara setempat.

Berdasarkan prosedur keamanan yang baru, para penumpang pesawat diwajibkan untuk menunjukkan berbagai peralatan elektronik yang berukuran lebih besar dari telepon genggam.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari Ars Technica, Jumat (28/7/2017), peralatan tersebut harus dikeluarkan dari tas yang dibawa ke kabin, diletakkan dalam wadah, lalu dipindai menggunakan sinar X. Mirip dengan perlakuan yang biasa diberikan pada laptop.

Karena yang diwajibkan adalah berbagai peralatan elektronik berukuran lebih besar dari telepon genggam, maka kamera dan tablet pun termasuk di dalamnya. Tujuannya untuk mencegah kemungkinan penumpang menyusupkan bom rakitan di dalam perangkat elektronik.

Baca: AS Cabut Larangan Bawa Laptop di Kabin Pesawat

“TSA perlu terus menerus meningkatkan dan menyesuaikan prosedur pemindaian keamanan agar bisa mencegah munculnya berbagai ancaman keamanan serta menjaga keamanan penumpang,” terang TSA Acting Administrator Huban A. Gowadia.

“Caranya dengan memisahkan berbagai peralatan elektronik pribadi penumpang, seperti laptop, tablet, e-reader, serta konsol game portabel, untuk dipindai. Hal ini demi mempermudah TSA untuk mengantisipasi kemungkinan ancaman dan teror,” imbuhnya.

Walau lebih ketat, aturan baru ini tidak berlaku untuk semua orang. TSA mengatakan bahwa prosedur keamanan baru ini tidak akan diterapkan pada penumpang yang telah mengikuti program pra- pengecekan.

Program pra-pengecekan adalah izin khusus untuk membiarkan penumpang yang sudah dikategorikan berisiko rendah masuk ke kabin tanpa harus melepas jaket, ikat pinggang, sepatu, mengeluarkan laptop dan kantung cairan. Untuk kasus tertentu, seperti random check atau sepatu yang mengandung bahan logam, penumpan tetap harus melalui pengecekan biasa.

Sebelumnya, AS juga sempat meningkatkan pengamanan untuk sejumlah penerbangan internasional. Sebagian besar penerbangan yang terkena dampaknya dioperasikan oleh maskapai asal Timur Tengah.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorReska K. Nistanto
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X