Kompas.com - 31/07/2017, 09:49 WIB
Ilustrasi sensor internet. ShutterstockIlustrasi sensor internet.
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - China kembali memperketat pembatasan akses internet di dalam negeri. Kali ini pengetatan itu sampai pada tahap melarang keberadaan aplikasi virtual private network (VPN) di toko aplikasi Apple.

Hal ini diketahui dari pernyataan ExpressVPN, salah satu penyedia layanan VPN di luar China. Menurut mereka, semua aplikasi VPN di toko aplikasi Apple di Negeri Tirai Bambu itu telah dihapus.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari TechCrunch, Senin (31/7/2017), dalam pernyataan resmi ExpressVPN tercantum sebuah pemberitahuan dari Apple.

Isinya menyebutkan bahwa Apple memang menghapus sejumlah aplikasi VPN di tokonya dengan alasan, aplikasi tersebut tergolong ilegal di China. Sementara itu di negara lain, aplikasi VPN tersebut dan sejenisnya masih bisa diakses dengan bebas.

“Kami kecewa dengan situasi ini karena menunjukkan tindakan paling radikal yang dilakukan pemerintah China demi memblokir VPN. Kami juga mengalami masalah karena melihat Apple membantu tindakan sensor itu,” demikian tertulis dalam penyataan ExpressVPN.

Layanan VPN lain, yakni Star VPN, juga berkicau di Twitter mengenai masalah serupa. Mereka mengatakan Apple telah menghapus seluruh aplikasi VPN dari toko aplikasinya di China.


Diketahui, layanan VPN adalah salah satu cara bagi pengguna internet di China untuk mengakses informasi dan fungsi dunia maya secara lebih luas. Pasalnya, pemerintah China memberlakukan penyensoran yang sangat ketat.

Layanan-layanan populer global seperti Facebook dan Twitter tak bisa diakses di China tanpa VPN.

Dampak besar

Penghapusan aplikasi layanan VPN berdampak besar pada para pengguna internet. Pasalnya hanya layanan itu saja yang selama ini jadi solusi untuk menembus pemblokiran akses internet di China.

Tindakan tersebut terkait dengan aturan yang baru dikeluarkan oleh pemerintah China pada Januari lalu. Di dalamnya disebutkan bahwa VPN termasuk golongan aplikasi ilegal dan membutuhkan izin pemerintah agar bisa beroperasi.

Baca: China Tegaskan Tak Blokir VPN

Aturan baru itu lah yang tampaknya menjadi pemicu Apple menghapus seluruh aplikasi VPN di toko aplikasinya. Raksasa teknologi Amerika Serikat itu kemungkinan merasa bahwa mengikuti permintaan pemerintah setempat akan berdampak lebih baik bagi bisnisnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber TechCrunch
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.