Kompas.com - 01/08/2017, 08:00 WIB
Ilustrasi ablogofthronesIlustrasi
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Stasiun televisi HBO diretas oleh oknum yang belum teridentifikasi. Tak kurang dari 1,5 TB data dicuri, di antaranya berisi episode mendatang dari serial televisi Ballers, Room 104, dan Game of Thrones.

“Kami sedang menyelidiki insiden ini dan bekerja sama dengan penegak hukum. Keamanan data adalah prioritas utama dan kami bertanggung jawab penuh untuk melindunginya,” begitu pernyataan resmi HBO.

Sejauh ini, bocoran episode mendatang dari Ballers dan Room 104 sudah disebar di internet dalam bentuk video. Sementara itu, episode Game of Thrones yang semestinya tayang pekan depan dibocorkan dalam bentuk teks.

Peretas sesumbar bahwa pihaknya bakal membocorkan lebih banyak konten HBO dalam waktu dekat. HBO sendiri tak menjabarkan data-data apa saja yang berhasil dicuri peretas, sebagaimana dilaporkan EW dan dihimpun KompasTekno, Selasa (1/8/2017).

Insiden peretasan HBO diketahui pada Senin (31/7/2017) pagi waktu setempat. Sebuah e-mail yang tak beridentitas diterima sejumlah wartawan, berbunyi sebagai berikut.

Halo semuanya. Bocoran terbaik di era internet sedang terjadi. Apa namanya? Oh saya lupa bilang. Itu adalah HBO dan Game of Thrones! Kalian beruntung menjadi yang pertama menyaksikan dan mengunduh bocorannya. Nikmatilah dan sebarkan. HBO jatuh,” begitu tertulis pada e-mail sang peretas.

CEO dan Direktur HBO, Richard Pleper, menyebar e-mail ke para pegawai untuk menginformasikan hal yang terjadi. Ia mengimbau para pegawai agar tak panik dan yakin bahwa masalah ini akan segera diatasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Saya jamin kepemimpinan yang kita punya, beserta tim teknologi yang luar biasa dan para ahli akan terus bekerja untuk melindungi kepentingan kita bersama,” kata dia.

“Masalah yang terjadi sekarang ini familiar di era sekarang. Kita sudah pernah menghadapi berbagai tantangan, dan saya yakin kita akan melalui tantangan ini dengan baik,” ia menambahkan.

Sebelum HBO, ada beberapa perusahaan hiburan Hollywood yang lebih dulu jadi korban peretasan. Pada April 2017 lalu Netflix diretas dan beberapa episode Orange Is the New Black season 5 tersebar sebelum waktu perilisan.

Pada Mei 2017, seorang peretas mengklaim telah mencuri data film Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales. Hal itu lantas dibantah Disney dan memang tak ada buktinya.

Peretasan kancah hiburan Hollywood terbesar adalah Sony Entertainment pada 2014 lalu. Tak kurang dari 100 TB data dicuri dan diunggah online.

Baca: Cara Hindari Spoiler Game of Thrones di Twitter

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber EW
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.