Tak Hanya Indonesia, India Juga Kewalahan Perangi Hoax di WhatsApp

Kompas.com - 01/08/2017, 11:01 WIB
Ilustrasi MashableIlustrasi
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta

India bukan satu-satunya negara yang frustasi dengan sistem enkripsi pada layanan pesan instan. Indonesia pun sudah mengalami hal yang serupa.

Menkominfo Rudiantara bahkan sempat mengakui, pemantauan di aplikasi chatting ini lebih sulit dilakukan karena sifatnya lebih privat, tak seperti pemantauan di jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram.

Beberapa negara seperti Australia dan Inggris telah bertemu dengan pihak WhatsApp dan meminta layanan itu bekerja sama dengan pemerintah.

Kerja sama dalam hal ini adalah memberikan akses ke pemerintah untuk masuk ke percakapan pengguna tertentu jika dibutuhkan. Selain WhatsApp, Telegram juga memancing perhatian beberapa negara.

Indonesia dan Rusia memerintahkan pemblokiran terhadap Telegram beberapa saat lalu. Di Indonesia, alasan pemblokiran lantaran Telegram gencar digunakan kelompok teroris untuk berkomunikasi, berkoordinasi, dan menyebarkan propaganda.

Tak kurang dari 17 kasus terorisme dikoordinasikan melalui Telegram. Pemerintah sudah berupaya berkomunikasi dengan pihak Telegram sejak tahun lalu namun tak ada respons.

Alhasil, setelah situs Telegram diblokir, barulah layanan itu meminta maaf. Saat ini kesepakatan bersama antara pemerintah dan Telegram tengah diatur.

Baca: Telegram dan WhatsApp Sama-sama Pakai Enkripsi, Apa Bedanya?

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Halaman:


Sumber CNET
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X