Dirut Telkomsel Ajak Operator Seluler Sama-sama Sehatkan Industri

Kompas.com - 01/08/2017, 14:12 WIB
Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah (latar depan)
Yoga Hastyadi Widiartanto/ Kompas.comDirektur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah (latar depan)
|
EditorDeliusno

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah, mengajak semua operator seluler di Indonesia untuk sama-sama menyehatkan industri telekomunikasi di Tanah Air. Caranya dengan memenuhi standar affordability, sustainability, dan availability.

Menurut Ririek, industri telekomunikasi seluler saat ini cenderung tidak sehat. Dari segi harga, paket layanan seluler di Indonesia termasuk yang diberikan oleh Telkomsel, menurut Ririek, salah satu yang paling murah jika dibandingkan dengan negara-negara lain.

"Dulu pernah saya sampaikan, secara harga kita salah satu yang murah. Memang ada beberapa negara yang lebih murah, seperti India, namun pasarnya sudah mulai ada distorsi, industrinya pun turun," kata Ririek saat berbincang dengan KompasTekno di kantor Telkomsel, Senin (31/7/2017).

Agar menjadi sehat, Ririek menyampaikan industri telekomunikasi harus memenuhi tiga hal, yakni affordability (keterjangkauan), sustainability (keberlangsungan), dan availability (ketersediaan).

Baca: Surat CEO Indosat ke Menkominfo soal Perang Tarif Internet Bocor ke Publik, Ini Penjelasannya

Dalam hal keterjangkauan, harga murah itu penting, tetapi menurut Ririek kalau sudah terlalu murah justru membuat industri tidak sehat.

Dari segi sustainability (keberlangsungan), agar pelaku industri seluler tetap bisa bertahan, mereka perlu membangun dan menjaga kualitas layanan setidaknya di tingkat minimal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Untuk itu ada profitabilitas yang wajar," katanya.

Sementara dari segi availability (ketersediaan), Ririek mengatakan idealnya layanan operator seluler itu merata, sehingga masyarakat bisa menikmati di mana saja.

Isu industri yang tidak sehat ini muncul setelah CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli, mengirimkan surat kepada Menteri komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Alex, sapaannya, menggarisbawahi bahwa industri telekomunikasi di Indonesia sudah tidak sehat lagi dengan adanya persaingan harga. Untuk itu, Alex mengusulkan agar pemerintah membuat aturan batas tarif bawah internet operator seluler di Indonesia.

Baca: Persaingan Tidak Sehat Jadi Alasan Indosat Surati Menkominfo

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.