Mengamati Gerakan "Santai Berkaus" Para Bos Perusahaan Teknologi

Kompas.com - 02/08/2017, 08:09 WIB
CEO Telegram Pavel Durov bertemu Menkominfo Rudiantara, Selasa (1/8/2017) siang @rudiantara_idCEO Telegram Pavel Durov bertemu Menkominfo Rudiantara, Selasa (1/8/2017) siang
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Filosofi “santai namun serius” agaknya menjadi budaya yang dipegang bersama para perusahaan teknologi. Setidaknya itu tercermin dari suasana kantor yang acap kali lebih mirip “area bermain", serta tampilan para bosnya yang anti-kaku.  

Misalnya saja tampilan pendiri sekaligus CEO Telegram, Pavel Durov, ketika menyambangi kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pada Selasa (1/8/2017) kemarin.

Pavel Durov memakai setelan kaus hitam dengan celana training warna senada dan sepatu pantofel bertali. Ketika turun dari mobil bersama Menkominfo Rudiantara, ia terlihat percaya diri dan sama sekali tak canggung.

Padahal, Rudiantara tampak rapi dengan kemeja putih lengan panjang yang digulung dan celana bahan hitam. Kunjungan Pavel Durov pun sejatinya untuk membahas persoalan serius terkait pemblokiran situs Telegram di Indonesia.

Terlepas dari gaya santai Pavel Durov, toh diskusi dengan Rudiantara berjalan lancar. Pemerintah sepakat mencabut blokir Telegram dengan beberapa syarat yang disanggupi Pavel Durov.

Selain Pavel Durov, berikut jejeran para bos perusahaan teknologi kawakan yang gemar memakai kaus dalam berbagai kesempatan, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Rabu (2/8/2017).

CEO Facebook, Mark Zuckerberg.

Jika Anda mencari foto Mark Zuckerberg di internet, mayoritas yang muncul memperlihatkan ayah beranak satu itu mengenakan kaus abu-abu dan jeans. Bukan stok fotonya yang monoton, namun memang begitu gaya keseharian Mark Zuckerberg.

Ia mengenakan jas hanya ketika mengunjungi pejabat penting. Selain dari itu, Mark Zuckerberg konsisten dengan gaya berpakaian yang itu-itu saja.

Kecintaan Mark Zuckerberg dengan kaus abu-abu dan jeans pernah dipertanyakan dalam sesi tanya-jawab di kantor pusat Facebook, Menlo Park, California, AS, pada 2014 lalu.

CEO Facebook Mark Zuckerberg bersama putrinya menyaksikan hasil pemilihan Presiden AS.Facebook CEO Facebook Mark Zuckerberg bersama putrinya menyaksikan hasil pemilihan Presiden AS.

Mark Zuckerberg pun punya dalih khusus. Ia sesumbar tak ingin berpikir dan mengambil keputusan untuk hal remeh-temeh yang sebenarnya bisa dibuat simpel.

Dalam hal ini, menurut dia memilih baju adalah sesuatu yang tak layak untuk dipikirkan. Alhasil, ia memutuskan semua bajunya adalah kaus abu-abu agar ketika mau pergi tak perlu berpikir harus pakai apa.

"Saya benar-benar ingin membersihkan hidup saya sehingga saya tak perlu banyak mengambil keputusan, kecuali tentang cara-cara terbaik untuk melayani komunitas," kata dia kala itu.

"Saya sangat beruntung bisa berada di posisi ini. Setiap hari saya bisa bangun tidur dan membantu melayani lebih dari 1 miliar orang, dan saya rasa melakukan hal-hal tertentu membuat energi saya terbuang dan artinya saya tak mengerjakan pekerjaan saya," ia melanjutkan.

Baca: Kisah Kaus Abu-abu Mark Zuckerberg

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X