Kompas.com - 12/08/2017, 19:06 WIB
Contoh kamera film modern. Dari kiri ke kanan: Leica M7 (rangefinder), Nikon FM10 (SLR), dan Polaroid 600 (kamera instan). Leica, Nikon, PolaroidContoh kamera film modern. Dari kiri ke kanan: Leica M7 (rangefinder), Nikon FM10 (SLR), dan Polaroid 600 (kamera instan).
Penulis Oik Yusuf
|
EditorDeliusno

Tompi, sang fotografer film

Rasa penasaran terhadap kamera berbuah menjadi profesi baru. Tompi, sang dokter ahli bedah plastik dan penyanyi kondang, kini sekaligus merangkap sebagai fotografer profesional.

Sebuah studio foto bertengger di lantai dua klinik Tompi di Jalan Pakubuwono, Jakarta Selatan. Di sini ia menerima order pemotretan fashion dan portrait.

Selain itu, Tompi juga kerap menerima order foto pre-wedding. Ruang tunggu kliniknya dihiasi serangkaian frame foto hasil jepretan sang dokter.

Kadung jatuh cinta dengan kekhasan film sebagai medium penangkap gambar, Tompi senantiasa menenteng kamera analog kala memotret.

Jenisnya pun beraneka rupa. Tompi, misalnya, mengaku memiliki beragam tipe kamera berdasarkan format film yang digunakan, mulai dari kamera fim 135 (35 mm) standar, hingga kelas medium format dan large format.


Kamera-kamera dalam koleksinya dipakai bergantian untuk mengerjakan proyek, tergantung budget yang diminta. Kamera medium format dan large format memberikan hasil terbaik dalam hal kualitas teknis dan dimensi yang dihasilkan.

Kamera digital tetap dipakai, tapi porsinya tak sebanyak kamera film. “Pokoknya, untuk semua pekerjaan yang serius, saya pakai film,” tegas Tompi.

Ketimbang sensor digital, Tompi merasa lebih nyaman dengan kamera film. Dia mencontohkan proses pengambilan gambar, di mana pengguna kamera digital cenderung menjepret sangat banyak frame sehingga kerepotan memilih mana yang paling bagus untuk diberikan ke klien.

Sebaliknya, pengguna kamera film lebih kritis dan berhati-hati karena jumlah frame film sangat terbatas (36 frame untuk satu rol film 135, 12 frame untuk rol film 120). Sebuah scene dievaluasi dulu sampai benar-benar sesuai keinginan, barulah menekan tombol shutter.

Walhasil, berkebalikan dengan kamera digital proses seleksi foto saat memakai kamera analog justru dilakukan di awal pemotretan, bukan setelahnya sehinga dinilai menghemat waktu oleh Tompi.

“Kalau pakai kamera analog itu, saya mikir dulu baru motret, jadi tidak buang-buang rol film. Kalau perlu 5 sampai 10 gambar, mungkin cuma dua rol yang saya pakai,” katanya.

Baca: Tips Memotret dengan Kamera Film

Soup ’n Film

Kesulitan yang dialami kala berupaya mencari film fan fasilitas developing dulu menginspirasi Tompi untuk mendirikan Soup’n Film, sebuah toko yang mengkhususkan diri dalam segala hal tentang fotografi film.

Dia memulai usaha itu dua tahun lalu bersama tiga orang kawan. Mulanya hanya berupa situs online dan melayani kenalan sesama penggemar kamera film.

Perlahan-lahan peminatnya makin banyak sehingga tahun ini Soup n Film membuka toko di Senayan Trade Center. Sebuah darkroom untuk sentra pengolahan film didirikan di daerah Pasar Baru.

Aktivitas pekerja saat pencetakan foto hasil dari pemotretan kamera analog di Toko Soup N Film, Jakarta, Kamis (3/8/2017).KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOB Aktivitas pekerja saat pencetakan foto hasil dari pemotretan kamera analog di Toko Soup N Film, Jakarta, Kamis (3/8/2017).

Soup ’n Film menjual aneka macam rol film yang populer dan banyak dipakai, seperti seri Kodak Portra, Agfa Vista Plus, dan Fujifilm Pro 400. Ada juga layanan developing beragam jenis film sekaligus scanning, dan aksesori-aksesori seperti bahan kimia untuk pencucian film dan kamera disposable.

Order makin lama makin banyak sehingga Soup ’n Film kewalahan. Tompi dan kawan-kawan pun menambah tenaga kerja. Belakangan, mereka membuat rencana untuk melakukan ekspansi dengan membuka cabang di Bali.

Pulau Dewata dipilih karena kerap menjadi destinasi bagi fotografer mancanegara. Para fotografer Indonesia yang berdomisili di Bali pun banyak yang berkutat dengan film.

Buat Tompi, keberadaan Soup ’n Film adalah ekstensi dari passion terhadap fotografi film. Ia mengaku motivasinya mengembangkan bisnis ini bukanlah mencari untung, tapi menyebarkan “virus” fotografi film dengan mempermudah akses terhadap film, fasilitas pencucian, dan penyediaan hal-hal lain yang masih terkait.

“Tujuannya supaya lebih banyak orang yang pakai film, biar temannya makin banyak,” tandasnya seraya tersenyum lebar.

Baca: Menghitung Biaya Sebelum Memulai Hobi Kamera Analog

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa itu Starlink? Layanan Internet Satelit yang Dijanjikan Hadir di Indonesia Mulai 2023

Apa itu Starlink? Layanan Internet Satelit yang Dijanjikan Hadir di Indonesia Mulai 2023

Internet
Game 'Fall Guys: Ultimate Knockout' Kini Digratiskan

Game "Fall Guys: Ultimate Knockout" Kini Digratiskan

Software
Jadwal dan Link Streaming Mobile Legends SEA Games 2021 Rabu 18 Mei, Tim Indonesia Berlaga

Jadwal dan Link Streaming Mobile Legends SEA Games 2021 Rabu 18 Mei, Tim Indonesia Berlaga

Software
Menhub: Perjalanan Udara di Indonesia Diprediksi Pulih Tahun 2023

Menhub: Perjalanan Udara di Indonesia Diprediksi Pulih Tahun 2023

e-Business
Timnas PUBG Mobile Indonesia Sumbang Medali Perak di SEA Games 2021

Timnas PUBG Mobile Indonesia Sumbang Medali Perak di SEA Games 2021

Software
Layanan Indosat Ooredoo Dikeluhkan Bermasalah Selasa Malam

Layanan Indosat Ooredoo Dikeluhkan Bermasalah Selasa Malam

Internet
Elon Musk Ancam Tak Lanjutkan Akuisisi Twitter Gara-gara Akun Bot dan Spam

Elon Musk Ancam Tak Lanjutkan Akuisisi Twitter Gara-gara Akun Bot dan Spam

e-Business
Cara Aktifkan Izin Lokasi untuk Daftar Prakerja Gelombang 29 di HP Android, iPhone, dan Laptop

Cara Aktifkan Izin Lokasi untuk Daftar Prakerja Gelombang 29 di HP Android, iPhone, dan Laptop

e-Business
Oppo A16K Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Rp 2 Jutaan

Oppo A16K Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Rp 2 Jutaan

Gadget
Apple Rilis iOS 15.5 dan iPadOS 15.5, Ini Fitur Barunya

Apple Rilis iOS 15.5 dan iPadOS 15.5, Ini Fitur Barunya

Software
Samsung Galaxy Z Flip 4 dan Z Fold 4 Disebut Sudah Masuk Tahap Produksi

Samsung Galaxy Z Flip 4 dan Z Fold 4 Disebut Sudah Masuk Tahap Produksi

Gadget
Elon Musk Tunda Pembelian Twitter gara-gara Akun 'Bot', Bos Twitter Menjelaskan

Elon Musk Tunda Pembelian Twitter gara-gara Akun "Bot", Bos Twitter Menjelaskan

Internet
Infinix Note 12 VIP Meluncur dengan Pengisi Daya Cepat 120 Watt

Infinix Note 12 VIP Meluncur dengan Pengisi Daya Cepat 120 Watt

Gadget
Apex Legends Mobile Meluncur Global, Pemain di Indonesia Wajib Download Ulang

Apex Legends Mobile Meluncur Global, Pemain di Indonesia Wajib Download Ulang

Software
Jadwal Pertandingan Timnas Mobile Legends Indonesia di SEA Games 2021, Mulai Besok 18 Mei

Jadwal Pertandingan Timnas Mobile Legends Indonesia di SEA Games 2021, Mulai Besok 18 Mei

Software
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.