Facebook Diam-diam "Menyusup" ke China Lewat Aplikasi Lain?

Kompas.com - 16/08/2017, 14:55 WIB
Facebook mengumumkan pembukaan kantor resminya di Indonesia mulai Senin (14/8/2017) KOMPAS.com/Yoga HastyadiFacebook mengumumkan pembukaan kantor resminya di Indonesia mulai Senin (14/8/2017)
Penulis Oik Yusuf
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Mark Zuckerberg sudah melakukan segala upaya, termasuk bertemu muka dengan politisi China dan belajar bahasa Mandarin. Akan tetapi pemerintah Negeri Tirai Bambu tetap bergeming. Facebook masih diblokir hingga kini di China.

Mungkin lantaran itu Facebook diduga sedang coba-coba atau "menyusup" kembali ke China dengan cara lain, yakni merilis aplikasi lain yang tidak mengusung nama “Facebook”.

Bernama Colorful Balloons, aplikasi tersebut merupakan layanan berbagi foto yang tampilan dan fungsinya mirip dengan aplikasi Moments besutan Facebook.

Bedanya dengan Moments (selain nama), Colorful Baalloons tidak menghubungkan pengguna lewat Facebook, melainkan jejaring sosial terbesar di China, WeChat.

Aplikasi ini membuat kolase dari foto-foto di album ponsel. Pengguna kemudian bisa membagikannya lewat QR code yang ramai digunakan di WeChat dan aplikasi-aplikasi lain di China.

Screenshot aplikasi Colorful Balloons yang diduga digunakan Facebook untuk diam-diam kembali ke China. The New York Times Screenshot aplikasi Colorful Balloons yang diduga digunakan Facebook untuk diam-diam kembali ke China.

Menurut keterangan sumber yang dirangkum KompasTekno dari The New York Times, Rabu (16/8/2017), Colorful Balloons dirilis melalui perusahaan lain bernama Youge Internet Technology.

Kalau benar Colorful Balloons dibuat oleh Facebook, maka raksasa jejaring sosial itu mengambil risiko konflik dengan otoritas China karena diam-diam merilis produk tanpa pengumuman secara publik. Boleh jadi juga Facebook sedang "testing the water" alias bereksperimen untuk melihat respons dari pemerintah negeri tersebut.

Tak jelas apakah regulator internet di China mengetahui keberadaan aplikasi Colorful Balloons atau tidak. Kebijakan sensor internet Negeri Panda yang ketat telah menyebabkan hengkangnya raksasa-raksasa teknologi barat seperti Google.

Facebook sendiri sudah diblokir di China sejak 2009 karena dituding menjadi medium koordinasi untuk pelaku kerusuhan di propinsi Xinjiang tahun itu. Instagram menyusul diblokir pada 2014. Kemudian, bulan lalu WhatsApp turut diblokir sebagian.

Baca: Melihat Isi Kantor Facebook di Indonesia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Timnas E-sports Mobile Legends Indonesia Lolos ke Babak Grand Final SEA Games 2021

Timnas E-sports Mobile Legends Indonesia Lolos ke Babak Grand Final SEA Games 2021

Software
Menurut Survei, Netflix Semakin Ditinggal Pelanggannya

Menurut Survei, Netflix Semakin Ditinggal Pelanggannya

e-Business
20 Link Download Twibbon Hari Kebangkitan Nasional 2022 dan Cara Pakainya

20 Link Download Twibbon Hari Kebangkitan Nasional 2022 dan Cara Pakainya

Software
Apa itu Akun Bot atau Spam yang Bikin Elon Musk Tunda Beli Twitter?

Apa itu Akun Bot atau Spam yang Bikin Elon Musk Tunda Beli Twitter?

e-Business
Menhub Minta Boeing Penuhi Kebutuhan Pesawat Garuda dan Lion Group

Menhub Minta Boeing Penuhi Kebutuhan Pesawat Garuda dan Lion Group

Hardware
Google Hapus Aplikasi Perekam Telepon di Play Store Karena Dinilai Langgar Privasi

Google Hapus Aplikasi Perekam Telepon di Play Store Karena Dinilai Langgar Privasi

Software
TikTok Siapkan Fitur Branded Mission, Bikin Video Iklan Bisa Dapat Uang

TikTok Siapkan Fitur Branded Mission, Bikin Video Iklan Bisa Dapat Uang

Software
iPhone atau Macbook Hilang, Apa yang Harus Dilakukan?

iPhone atau Macbook Hilang, Apa yang Harus Dilakukan?

Hardware
Riset Sebut iPhone Bisa Terinfeksi Malware Meski dalam Keadaan Mati

Riset Sebut iPhone Bisa Terinfeksi Malware Meski dalam Keadaan Mati

Software
Oppo Ajak Penggemar PUBG Mobile Main Bareng Bigetron, Ini Link Pendaftarannya

Oppo Ajak Penggemar PUBG Mobile Main Bareng Bigetron, Ini Link Pendaftarannya

Software
Tabel Spesifikasi dan Harga Advan Nasa Pro yang Dibanderol Rp 1 Jutaan

Tabel Spesifikasi dan Harga Advan Nasa Pro yang Dibanderol Rp 1 Jutaan

Gadget
Xiaomi Redmi 10A Resmi di Indonesia, Harga Rp 1,5 Jutaan

Xiaomi Redmi 10A Resmi di Indonesia, Harga Rp 1,5 Jutaan

Gadget
YouTube Luncurkan 'Most Replayed', Permudah Tonton Bagian Video yang Sering Diulang

YouTube Luncurkan "Most Replayed", Permudah Tonton Bagian Video yang Sering Diulang

Software
Apa itu ICAO? Organisasi Aviasi yang Tawari Indonesia Jadi Anggota Dewan

Apa itu ICAO? Organisasi Aviasi yang Tawari Indonesia Jadi Anggota Dewan

e-Business
Huawei Mate Xs 2 Resmi Meluncur Global, Harga Rp 30 Jutaan

Huawei Mate Xs 2 Resmi Meluncur Global, Harga Rp 30 Jutaan

Gadget
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.