Kicauan Barack Obama Jadi Tweet Paling Disuka Sepanjang Masa

Kompas.com - 17/08/2017, 12:28 WIB
Foto yang diunggah Barack Obama lewat akun Twitternya di @BarrackObama. Kicauan tersebut diganjar jumlah like terbanyak sepanjang sejarah. @BarackObamaFoto yang diunggah Barack Obama lewat akun Twitternya di @BarrackObama. Kicauan tersebut diganjar jumlah like terbanyak sepanjang sejarah.
Penulis Oik Yusuf
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Empat orang anak melongok dari sebuah jendela untuk melihat Barack Obama. Warna kulit dan rambut mereka berbeda-beda, tapi keempat anak itu tampaknya tak ambil peduli.

"Tak ada seorangpun yang sejak lahir membenci orang lain karena warna kulit ataupun agamanya," bunyi tulisan di bawah foto yang menggugah tersebut.

Itulah isi kicauan yang diunggah oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, hari Sabtu lalu, menyusul bentrokan antara kelompok neo-Nazi atau nasionalis kulit putih dan para penentangnya di kota Charlottesville.

Kerusuhan yang didasari kebencian minoritas rasial, etnis, dan agama itu memakan korban satu orang tewas dan belasan lainnya luka-luka saat seorang nasionalis kulis putih menabrakkan mobil ke kerumunan kelompok yang berseberangan.


Tweet Barack Obama yang mengutip kata-kata dari almarhum mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela itu menuai simpati dari netizen para pengguna Twitter. Banjir "like" dan "retweet" berdatangan.

Kini, tweet Barack Obama telah mengumpulkan lebih dari 3 juta like dan tercatat sebagai kicauan yang paling banyak mendapat like sepanjang sejarah Twitter, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Mashable, Kamis (17/8/2017).

Favstar, website yang melacak pergerakan statistik tweet di Twitter, turut menobatkan kicauan Barack Obama tersebut sebagai kicauan kelima yang paling banyak di-retweet.

Barack Obama sendiri terbilang jarang berkicau semenjak menyerahkan jabatannya kepada presiden baru AS, Donald Trump, pada Januari lalu.

Berkebalikan dengam Barack Obama, tweet Donald Trump soal Charlottesville banyak dikecam lantaran dia terlambat membuat pernyataan dan terkesan tidak mau menyalahkan kaum neo-Nazi.

Baca: Giliran CEO Intel yang Mundur dari Tim Penasihat Donald Trump

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Mashable
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X