Drone DJI Ditambahi Mode Khusus Setelah Isu Keamanan

Kompas.com - 18/08/2017, 06:55 WIB
Seri drone DJI Phantom 3 DJISeri drone DJI Phantom 3
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Drone DJI duterpa isu keamanan, militer Amerika Serikat pun menganggap drone bikinan perusahaan asal China itu bisa meneruskan data-data sensitif lewat koneksi internet. Penggunaan produk-produk DJI pun disetop di kalangan militer AS.

Tak lama setelah militer AS mengumumkan menghentikan penggunaan DJI awal Agustus lalu, pabrikan seri drone Phantom tersebut menambah opsi “offline” di drone-nya. Wahawa-wahana nirawak buatannya kini bisa mengudara tanpa koneksi internet.

Aplikasi DJI yang dipakai sebagai pengendali drone memang secara rutin menghubungi server DJI untuk memeriksa update software, peta, dan hal-hal lain.

Pengguna bisa bisa melakukan backup flight log (rute penerbangan) serta foto dan video ke server DJI. Namun, fungsi online itu sebenarnya tidak dibutuhkan saat terbang biasa, sehingga kinerja drone relatif tidak terpengaruh.

Baca: Drone Bisa Jadi Sarana Mematai-matai Pengguna?

Nah, apabila mode “offline” diaktifkan, maka aplikasi DJI tidak akan memperbarui peta atau memberitahu pengguna soal pengumuman penting seperti update software dan larangan terbang. DJI menyebut hal ini akan meningkatkan keamanan untuk “kegiatan-kegiatan sensitif” yang memakai drone.

“Kami membuat mode data lokal untuk memenuhi kebutuhan pelanggan enterprise, termasuk organisasi publik dan privat, yang menggunakan teknologi DJI untuk kegiatan sensitif di seluruh dunia, ujar Vice President Police and Legal Affairs DJI, Brendan Schulman, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari PetaPixel, Jumat (18/8/2017).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kegiatan sensitif” dimaksud misalnya proses pendataan atau survei yang melibatkan infrastruktur penting, rahasia dagang, fungsi pemerintah, dan lain-lain.

Meski datangnya beredekatan dengan pengumuman militer AS soal penghentian pemakaian produk-produk DJI, namun DJI mengklaim bahwa fitur offline sebenarnya sudah mulai dikembangkan sejak beberapa bulan belakangan, dan tidak terkait dengan pengumuman tersebut.

Sebelumnya, militer AS mengatakan bahwa penggunaan produk DJI berisiko menimbulkan “celah keamanan cyber”, tapi tidak menjelaskan apa persisnya celah keamanan dimaksud. Produk-produk DJI tak akan dipakai lagi oleh militer AS, termasuk drone, unit GPS, baterai, kamera, hingga aplikasi yang terpasang di gadget.

Fitur mode offline rencananya akan mulai disalurkan ke para pengguna produk DJI dalam beberapa minggu ke depan lewat pembaruan aplikasi mobile DJI.

Baca: Awas! Drone Kini Juga Jadi Sasaran Hacker

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber PetaPixel

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.