Kompas.com - 18/08/2017, 13:11 WIB
Penulis Deliusno
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Firma riset International Data Corporation (IDC) melansir laporan pengiriman smartphone di Indonesia untuk kuartal-II tahun 2017. Dalam laporan, IDC mengungkapkan bahwa smartphone di kategori midrange atau kelas menengah tumbuh signifikan di kuartal tersebut.

Yang dimaksud smartphone midrange oleh IDC adalah perangkat dengan harga jual antara 200 dollar AS (Rp 2,6 juta) hingga 400 dollar AS (Rp 5,5 juta). Peningkatan pengiriman smartphone midrange di kuartal-II 2017 tercatat mencapai 28 persen, menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dari pangsa pasar 13 persen di tahun lalu.

Hal ini merefleksikan perubahan dalam kebutuhan konsumen untuk beralih ke perangkat dengan spesifikasi yang lebih baik untuk menyokong pengalaman hiburan, produktifitas, dan mobile gaming.

“Selama beberapa tahun terakhir, berbagai vendor smartphone terus fokus dalam
memenuhi regulasi TKDN, dan sekarang sebagian besar dari mereka sudah memenuhi
regulasi tersebut, sehingga mereka dapat mengalihkan sumber dananya untuk berupaya melengkapi fitur dan nilai dari produk mereka,” ujar Risky Febrian, Associate Market Analyst, IDC Indonesia, dalam keterangan pers yang KompasTekno terima, Jumat (18/8/2017).

Baca: Meningkat, Jumlah Smartphone China yang Beredar di Indonesia

“Top vendor smartphone telah meningkatkan persaingan ke level yang lebih tinggi dengan menawarkan fitur-fitur terbaru seperti resolusi kamera yang lebih tinggi, sensor sidik jari, kapasitas penyimpanan dan memori yang lebih tinggi pada harga yang terjangkau. Dan hal tersebut diikuti dengan ekspansi dari layanan purna-jual mereka, yang pada akhirnya menyulitkan vendor yang lebih kecil untuk bersaing,” tambah Risky.

Selain fitur dan spesifikasi, smartphone midrange mengalami peningkatan karena ada banyak perusahaan finansial yang menawarkan jasa kredit. Layanan seperti Homecredit, Aeon Credit, Kredivo, dan Akulaku membantu konsumen yang tidak memiliki kartu kredit untuk membayar dengan metode cicilan yang secara finansial lebih ringan.

Lantas, siapa yang merajai pasar smartphone Tanah Air pada kuartal-II 2017? Hasil riset IDC mencatat, Samsung masih menguasai pasar ponsel pintar di Indonesia. Posisi berikutnya diisi oleh Oppo, Advan, Asus, dan Xiaomi.

Terdapat 7,9 juta smartphone yang dikirim sepanjang kuartal-II 2017 di Indonesia. Jumlah tersebut melambangkan pertumbuhan tipis, yakni sebesar 1 persen untuk year-over-year dan 9 persen untuk quarter-over-quarter.

Baca: Daftar Smartphone Terpopuler di Dunia Saat Ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.