iPhone dan MacBook Mendadak Terkunci Sendiri, Ini Penyebabnya

Kompas.com - 18/08/2017, 18:20 WIB
Halaman Apple ID di situs Apple AppleHalaman Apple ID di situs Apple
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Minggu kedua Agustus 2017, para pengguna gadget Apple, seperti iPad, iPhone, dan komputer MacBook, di Indonesia mendapatkan kejutan yang tidak menyenangkan. Bagaimana tidak, perangkat keluaran Cupertino ini mendadak terkunci. Di sebagian besar kasus, pengguna bahkan diharuskan untuk memasukkan PIN yang tidak diketahui.

Seakan belum cukup, ada pesan ancaman di layar blokir tersebut. Isinya, jika ingin mendapatkan PIN akses ke perangkat, korban harus menghubungi alamat e-mail yang telah ditentukan.

Berdasarkan informasi dari beberapa korban yang mencoba menghubungi alamat e-mail tersebut, cracker yang memblokir perangkat Apple tersebut meminta uang tebusan dalam bentuk Bitcoin. Yang membayar dijanjikan akan mendapatkan PIN pembuka perangkat.

Pemblokiran perangkat tersebut terjadi secara cukup masif dan serentak. Satu hal yang membuat geleng-geleng kepala adalah akun Apple atau iCloud yang sudah mengaktifkan Two Factor Authentication (TFA) juga mengalami serangan yang dikenal dengan istilah serangan Lost Mode.

Apa itu “Lost Mode”?

Lost Mode adalah fitur baru yang tersedia pada iOS 6 ke atas. Seperti namanya, fitur ini ditujukan bagi pengguna yang merasa perangkat Apple miliknya hilang.

Pengguna bisa mengatur pesan yang nantinya akan muncul di layar perangkat saat Lost Mode aktif. Contohnya, tolong kembalikan perangkat ini ke alamat tertentu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mode ini juga akan mengaktifkan mode tracking GPS. Dengan ini, Anda bisa melihat lokasi perangkat.

Salah satu persyaratan untuk mengaktifkan Lost Mode atau Find your device adalah pengakses harus mengetahui data kredensial secara lengkap. Username dan password akun iCloud atau Appleid adalah hal mutlak.

Database iCloud bocor?

Lalu, bagaimana serangan ransom yang menggunakan Lost Mode bisa terjadi? Sebagai catatan, serangan yang terjadi cukup masif dan terjadi di banyak negara, tidak hanya di Indonesia saja. Meski begitu, serangan di Indonesia baru saja serempak terjadi pekan lalu. Sementara itu, serangan lain terpantau sudah terjadi sejak 2014.

Lost Mode memerlukan data kredensial username dan password, berarti pihak penyerang harus mendapatkan kedua data tersebut terlebih dahulu baru bisa melakukan serangan. Adapun metode yang digunakan bisa macam-macam seperti:

• Phishing
• Malware atau keylogger
• Bruteforce
• Database pengguna iCloud atau Appleid yang bocor

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.