Menkominfo Tanggapi Kontroversi Jack Ma Jadi "Guru" E-commerce Indonesia

Kompas.com - 28/08/2017, 16:21 WIB
Menkominfo Rudiantara usai rapat bersama Komisi I DPR RI, Senin (28/8/2017) di Gedung Nusantara II, Komplek DPR/MPR RI Senayan, Jakarta. Fatimah Kartini/KOMPAS.comMenkominfo Rudiantara usai rapat bersama Komisi I DPR RI, Senin (28/8/2017) di Gedung Nusantara II, Komplek DPR/MPR RI Senayan, Jakarta.
|
EditorReza Wahyudi

JAKARTA, KOMPAS.com - Keputusan pemerintah menunjuk pendiri Alibaba Group, Jack Ma, sebagai salah satu penasihat e-commerce di Indonesia memicu kontroversi. Beberapa pihak khawatir industri e-commerce Tanah Air bakal dikuasai asing.

Menanggapi hal ini, Menteri Komunikasi dan Informatika ( Menkominfo) Rudiantara, mengatakan kepentingan nasional tetap nomor satu. Peran Jack Ma terbatas sebagai pemberi masukan untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia. (Baca: Jack Ma Resmi Jadi Penasihat E-commerce Indonesia)

"Kebijakan tetap dipegang steering committee yang anggotanya adalah menteri-menteri. Jack Ma berperan sebagai magnet internasional, bagaimana mengangkat Indonesia di lanskap global," kata dia di sela-sela rapat dengan Komisi I DPR RI, Senin (28/8/2017) di Gedung Nusantara II Komplek DPR/MPR RI Senayan, Jakarta.

"Kami ingin jadikan Indonesia sebagai hub pengembangan SDM untuk e-commerce di kawasan regional," ia menambahkan usai rapat.

Lebih lanjut, Rudiantara kembali menjelaskan bahwa dalam roadmap e-commerce ada tujuh poin yang akan menjadi fokus pengembangan industri ekonomi digital. Masing-masing terkait logistik, pendanaan, perlindungan konsumen, infrastruktur komunikasi, pajak, pendidikan SDM, serta komunikasi siber.

Masing-masing dari tujuh fokus itu akan memiliki penasihat sendiri-sendiri. Jika Jack Ma diproyeksikan sebagai "guru" untuk pengembangan SDM, maka akan ada enam penasihat lainnya yang saat ini masih dalam tahap pendekatan oleh pemerintah.

Baca: Kisah Jack Ma, Orang Terkaya Kedua di China Pemilik Alibaba.com

"Penasihat lokal porsinya akan lebih banyak. Kalau dari internasional ada lagi yang kami sedang coba proses," ia menuturkan.

Menteri yang kerap disapa RA itu belum mau mengumbar siapa saja nama-nama yang tengah dipersiapkan untuk jadi penasihat e-commerce lainnya, baik dari luar maupun dalam negeri. Ia mengakui mencari orang yang tepat untuk jadi "wajah" penasihat e-commerce Tanah Air bukan hal mudah.

"Harus benar-benar dicari orang yang punya visi untuk mengembangkan e-commerce Tanah Air," ujarnya.

Selentingan kabar menyebut pendiri Amazon, Jeff Bezos, tengah dilobi pemerintah untuk mengisi salah satu pos penasihat e-commerce. Ketika dikonfirmasi, RA hanya melempar senyum. "Tunggu saja," ujarnya.

Baca: 5 Hal yang Jarang Diketahui Tentang Bos Amazon

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X