Kompas.com - 01/09/2017, 11:59 WIB
|
EditorDeliusno

KOMPAS.comTesla berinovasi dengan merilis baterai dinding (powerwall) yang dapat diisi ulang. Baterai ini dapat menyimpan listrik dan digunakan saat pasokan listrik konvensional terhenti atau saat matahari tak bersinar.

Sayangnya, harga produk bikinan Tesla itu terbilang mahal. Produk yang satu ini dijual dengan harga mulai dari 5.500 dollar AS atau sekitar Rp 74 juta. Selain itu, baterai dinding tersebut hanya dijual di pasar tertentu saja.

Menyadari mahalnya perangkat tersebut, seorang YouTuber bernama Joe Williams memutuskan untuk membuat baterai dinding sendiri. Bahan untuk membuat baterai dinding itu pun cukup unik, yakni baterai laptop. Yup, baterai laptop ternyata bisa juga "disulap" jadi powerwall.

"Hasil akhirnya, (saya) bisa mengandalkan sesuatu yang tidak hanya saya bangun sendiri tapi juga memahami seluk beluk listrik atau listrik di rumah saya. Itu menginspirasi," kata Williams kepada Motherboard.

Baca: Ponsel Tanpa Baterai Sudah Bisa Dijajal

Dengan baterai laptop, baterai dinding isi ulang dapat dibuat di rumah. Selain lebih terjangkau, kekuatannya pun diklaim dapat menyamai daya penyimpanan Tesla.

Sebagaimana KompasTekno rangkum dari Futurism, Jumat (1/9/2017), daya simpan baterai dinding Tesla sebesar 14 KWh. Dengan baterai dinding dari baterai laptop, salah satu akun di forum baterai dinding buatan DIY Poweswalls, Glubux mengklaim baterai buatannya mampu bertahan hingga 28 kWh.

Bahkan, YouTubers asal Australia, Peter Matthes mengklaim baterai rancangannya dapat menyimpan daya 40 kWh yang dikumpulkan dari 40 panel surya di atapnya.

Untuk membuat baterai dinding buatan sendiri, baterai yang paling direkomendasikan adalah baterai lithium-ion 18650. Jika terlalu lama mengumpulkannya dari laptop bekas, baterai lithium-ion 18650 dapat dibeli seharaga 5 dollar AS atau sekitar Rp 72.000.

Jika berhasil membuatnya, bukan hanya kebutuhan listrik rumah yang dapat terpenuhi. Melainkan Anda ikut berperan dalam menjaga lingkungan.

"Sekitar 95 persen baterai konsumen yang dijual di Amerika Serikat tidak didaur ulang dan akhirnya dibuang," kata CEO Call2Recycle Carl E. Smith.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Futurism
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.