Qualcomm Sebut Inovasi Smartphone Sudah Menjadi Masa Lalu

Kompas.com - 18/09/2017, 15:20 WIB
Papan nama Qualcomm Inc. di gedung kantornya di La Jolla, California, AS. Konrad Fiedler/BloombergPapan nama Qualcomm Inc. di gedung kantornya di La Jolla, California, AS.
Penulis Oik Yusuf
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Sebagian smartphone masa kini mengandalkan SoC Qualcomm, sebut saja Snapdragon 835 yang tertanam di produk-produk macam Galaxy S8, LG V30, hingga Essential Phone. Belum lagi aneka produk lain seperti chip modem yang juga banyak dipakai.

Meski begitu, CEO Qualcomm Steve Mollenkopf berpendapat bahwa inovasi di smartphone sudah menjadi bagian dari masa lalu, era yang telah lewat. Inovasi besar berikutnya, menurut dia, justru terdapat di industri lain, yakni otomotif.

"Mobil sedang mengalami gelombang inovasi besar-besaran," kata Mollenkopf dalam sebuah wawancara di Frankfurt Auto Show, Jerman, pekan lalu.

"Kecepatan mobil dalam menerapkan teknologi baru terus meningkat pesat," tuturnya lagi.

Baca: Qualcomm Sebut Android Selalu Duluan Dibanding iPhone

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Cnet, Senin (18/9/2017), Mollenkopf mengacu kepada aneka macam teknologi elektronik yang diterapkan di mobil, terutama menyangkut persoalan kendali otomatis dan sistem hiburan.

Persinggungan dunia otomotif dan gadget akan semakin nyata seiring dengan kehadiran jaringan seluler 5G yang rencananya bakal turut dimanfaatkan di mobil untuk berbagai keperluan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seiring dengan tren tersebut, kebutuhan akan prosesor untuk mengolah aneka macam informasi di mobil pun meningkat. Peluang inilah yang diincar Qualcomm, sang pabrikan chip mobile yang belakangan aktif di bidang otomotif.

Firma riset pasar IDC memperkirakan para pemasok semikonduktor bisa meraup pendapatan sebesar 50,1 miliar dollar AS dari industri otomotif pada 2021 mendatang, naik 52 persen dibandingkan tahun 2016.

Qualcomm pun tak mau ketinggalan kereta. Setahun lalu, Qualcomm menawar NXP Semiconductors -pabrikan chip otomotif terbesar di dunia- senilai 39 miliar dollar AS.

Tawaran akuisisi dengan nilai terbesar sepanjang sejarah semikonduktor ini sempat terganjal regulasi di Eropa, namun Mollenkopf optimis perjanjian antar kedua pihak sudah bisa rampung tahun ini.

Baca: Intel dan Samsung Dukung Apple Melawan Qualcomm

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber CNET

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.