KOMPAS.com - Langkah Google membeli divisi smartphone HTC, dinilai oleh para praktisi dan pemerhati industri smartphone sebagai upaya Google untuk menjadi Apple. Google nampaknya ingin meniru langah Apple dengan iPhone-nya, yakni membuat smartphone yang bisa dikontrol, baik hardware maupun software-nya.
Dengan memiliki divisi smartphone HTC, Google bisa membuat smartphone Android murni dengan menggabungkan hardware dan software, demi mengurangi fragmentasi di ekosistem Android.
Google kini memiliki 2.000 engineer HTC yang akan membantu mengontrol jeroan smartphone Android buatan Google. Diharapkan, Google dan HTC bisa membuat integrasi yang baik dalam hal kamera, sensor, dan chip yang dipakai.
Smartphone hasil racikan keduanya itu nantinya diharapkan bisa menjadi standar yang diikuti oleh banyak vendor gadget dunia.
Namun, masih ada satu yang tidak dimiliki Google, yakni engineer chipset. Kemungkinan, bakal ada kesepakatan akuisisi lagi ke depannya untuk hal ini.
Selain mengontrol hardware, Google juga berharap bisa mengontrol software Android dengan lebih baik, terutama distribusi update atau pembaruan OS-nya.
Android saat ini memiliki kendala, dimana versi terbarunya biasanya baru beredar sedikit di pasar. Saat update dirilis Google, tidak semua smartphone Android mendapatkannya, pengguna mesti menunggu tuning yang dilakukan oleh masing-masing vendor smartphone.
"Berbeda dengan iOS, saat Apple mengeluarkan upgrade, semua langsung mendapatkannya," kata Jack Gold, analis di J. Gold Associates, dikutip KompasTekno dari Computer World, Jumat (22/9/2017).
Satu kendala
Selain merapikan hardware dan fragmentasi software, Google masih punya satu kendala lagi untuk bersaing dengan Apple, yakni distribusi smartphone.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.