Kompas.com - 25/09/2017, 15:55 WIB
|
EditorDeliusno

JAKARTA, KOMPAS.com - Bertepatan dengan pembukaan IWIC 2017 sekaligus merayakan ulang tahun ke-50, Indosat Ooredoo mengumumkan inovasi baru. Operator telekomunikasi bernuansa kuning itu bakal membuka Application Program Interface (API) milik mereka untuk pengembang aplikasi.

Tujuannya memudahkan pengembang aplikasi, baik lokal maupun asing, menyasar pasar potensial dari pelanggan Indosat Ooredoo. Menurut Presiden Direktur sekaligus CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli, mekanisme ini akan menjadi game-changing dan memajukan industri digital.

“Dulu kalau mau ada kerja sama dengan pengembang, kami pakai close integration. Prosesnya ribet, ada negosiasi dan sebagainya. Soal keamanan juga lebih berisiko, sehingga kami hanya bekerja sama dengan pemain besar seperti iFlix dan Spotify,” Alexander Rusli menjelaskan.

“Kalau dengan pembukaan API, semuanya lebih simpel dan pemain kecil juga punya kesempatan yang sama. Mereka bisa mengakses pelanggan kami dan sistemnya jauh lebih aman,” ia menjelaskan.

Baca: Kontrak Alexander Rusli sebagai CEO Indosat Berakhir 31 Oktober 2017

Pemasukan baru

Dari segi bisnis, pembukaan API diharapkan menjadi sumber pemasukan baru bagi Indosat Ooredoo. Jika sebelumnya hanya meraup pendapatan dari 100 juta pelanggan, kini Indosat Ooredoo juga mengumpulkan duit dari pihak pengembang yang menyasar 100 juta pelanggan itu.

“Hitungan kasarnya, misalnya saat ini kami mendapat Rp 2.500 rupiah per bulan dari satu pelanggan. Kalau kami buka akses API ke pengembang dan charge Rp 2.000 per pelanggan, argonya jadi dobel. Belum lagi kalau satu pengembang pakai dua API,” ia menjelaskan.

Alexander Rusli mengatakan mekanisme kerja API ini mirip yang dilakukan OTT semacam Facebook dan Google, namun harganya lebih rendah. Prinsipnya, akses lebih mudah dan bisa digunakan oleh siapa saja.

Pembukaan API ini juga memungkinkan pengembang aplikasi melakukan tes pasar. Pengembang bisa melihat ilustrasi bisnis dan hitung-hitungan untung-ruginya dengan lebih terukur.

“Mau sasar pasar tertentu dengan API tertentu dan menyetel satu hari, satu bulan, atau jangka waktu tertentu bisa. Langsung keliatan harganya berapa, jadi lebih praktis untuk soal hitung-hitungan bisnis bagi pengembang,” Alex menuturkan.

Untuk permulaan, ada sembilan API yang sudah disiapkan untuk para pengembang dan bisa dimanfaatkan secara gratis. Belum jelas kapan masa gratis ini berlaku. Ke depan Alexander Rusli yakin semakin banyak API yang terakomodir, tergantung kebutuhan pengembang aplikasi.

“Nanti pas launching-nya akan dijelaskan lebih detail API-nya seperti apa saja, cara pakainya bagaimana, dan hal-hal terkait,” kata Alexander Rusli.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Goblin Mode' Jadi Kata Pilihan Oxford 2022, Apa Artinya?

"Goblin Mode" Jadi Kata Pilihan Oxford 2022, Apa Artinya?

Internet
VIDEO: Hands-on Galaxy A04e dan A04, Duo HP Samsung Harga Sejutaan

VIDEO: Hands-on Galaxy A04e dan A04, Duo HP Samsung Harga Sejutaan

Gadget
Fitur Komunikasi Satelit iPhone 14 Selamatkan Nyawa Orang Tersesat di Lokasi Terpencil

Fitur Komunikasi Satelit iPhone 14 Selamatkan Nyawa Orang Tersesat di Lokasi Terpencil

Software
Google Suntik Dana Rp 18,7 Miliar ke CekFakta untuk Perangi Misinformasi Jelang Pemilu 2024

Google Suntik Dana Rp 18,7 Miliar ke CekFakta untuk Perangi Misinformasi Jelang Pemilu 2024

e-Business
35 Persen Smartphone di Dunia Rentan Diretas, Begini Upaya Produsen Lindungi Privasi dan Data Pengguna

35 Persen Smartphone di Dunia Rentan Diretas, Begini Upaya Produsen Lindungi Privasi dan Data Pengguna

BrandzView
Cara Pasang Set Top Box di TV Tabung untuk Nonton Siaran TV Digital

Cara Pasang Set Top Box di TV Tabung untuk Nonton Siaran TV Digital

Hardware
Luhut: Ekonomi Digital Indonesia Meningkat, tapi Internetnya Masih Lambat

Luhut: Ekonomi Digital Indonesia Meningkat, tapi Internetnya Masih Lambat

e-Business
Fitur Avatar WhatsApp Resmi Hadir di Indonesia

Fitur Avatar WhatsApp Resmi Hadir di Indonesia

Software
Apakah Menggunakan Set Top Box TV Digital Perlu Antena?

Apakah Menggunakan Set Top Box TV Digital Perlu Antena?

Hardware
Trik Melihat Status WA Tanpa Diketahui Pembuatnya, Tak Perlu Aplikasi Tambahan

Trik Melihat Status WA Tanpa Diketahui Pembuatnya, Tak Perlu Aplikasi Tambahan

Software
5G Vs 4G di Indonesia, Segini Beda Kecepatannya

5G Vs 4G di Indonesia, Segini Beda Kecepatannya

Internet
Link CCTV buat Pantau Kondisi Gunung Semeru Terkini yang Mengalami Erupsi

Link CCTV buat Pantau Kondisi Gunung Semeru Terkini yang Mengalami Erupsi

Internet
2 Wanita Tuntut Apple, Tuduh AirTag Bantu Aktivitas 'Stalking'

2 Wanita Tuntut Apple, Tuduh AirTag Bantu Aktivitas "Stalking"

e-Business
Pasukan Siber Ukraina Klaim Lumpuhkan Bank Terbesar Kedua Rusia

Pasukan Siber Ukraina Klaim Lumpuhkan Bank Terbesar Kedua Rusia

e-Business
Tampilan WhatsApp Grup Versi Desktop Berubah, Ada Foto yang Muncul

Tampilan WhatsApp Grup Versi Desktop Berubah, Ada Foto yang Muncul

Software
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.