Rudiantara: Permen OTT Akan Terbit Akhir Tahun Ini

Kompas.com - 27/09/2017, 08:05 WIB
Menkominfo Rudiantara saat menghadiri ITU Telecom 2017 di Busan, Korea Selatan, Senin (25/9/2017). Kompas.com/Egidius PatnistikMenkominfo Rudiantara saat menghadiri ITU Telecom 2017 di Busan, Korea Selatan, Senin (25/9/2017).
|
EditorDeliusno

BUSAN, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, Peraturan Menteri (Permen) tentang penyedia layanan over-the-top (OTT) akan terbit pada akhir tahun ini.

“Akhir tahun ini Indonesia menerbitkan regulasi terkait OTT. Kami menyambut baik orang yang mau investasi di Indonesia, yang ingin menggunakan pasar Indonesia dengan 262 juta penduduknya sebagai ladang bisnis. Namun mereka juga harus menaati kebijakan kami," kata Rudiantara dalam Ministers Rountable bertajuk Transforming the ICT Sector di Busan, Korea Selatan, Selasa (26/9/2017).

Rudiantara mengatakan, banyak negara mengalami masalah yang kurang lebih sama terkait OTT, seperti Google, Facebook, Twitter, dan Telegram. Indonesia juga punya tingkat literasi yang berbeda dengan negara maju lainnya terkait konten OTT.

OTT sendiri merupakan layanan konten berupa data, informasi, atau multimedia yang berjalan melalui jaringan internet.

Karena dijadikan pasar, Indonesia ingin menggunakan kekuatannya sebagai pasar untuk meminta para penyedia jasa OTT menaati kebijakan yang akan diterapkan.

Baca juga: Di ITU Telecom World 2017, Menkominfo Ajak Anggota Atasi Kesenjangan Global

“Maka penyedia konten, juga OTT harus melakukan self-filtering untuk menjaga dari konten negatif. Hal ini harus menjadi bagian dari tanggung jawab penyedia konten dan OTT dalam melakukan bisnis dan memberikan pelayanan kepada masyarakat," kata Rudiantara.

Indonesia tidak ingin menyulitkan OTT global untuk berbisnis di Indonesia. Namun kehadirannya harus diatur agar tercipta iklim kompetisi yang sehat dan setara, serta ada jaminan keamanan bagi masyarakat Indonesia.

Rancangan Permen itu mencakup sejumlah hal, antara lain soal kualitas pelayanan, proteksi data, dan kesaman perlakuan (equal playing field) antara OTT lokal dan global, dan masalah pajak.

Pada perkembangan sebelumnya, rancangan Permen itu sudah pada tahap konsultasi publik untuk menampung masukan masyarakat terkait pengoperasian OTT global di Indonesia.

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian agenda ITU Telecom World 2017 yang berlangsung sejak Senin lalu hingga Kamis mendatang di Busan, Korea Selatan. Rudiantara menjadi salah satu pembicara pada acara yang dihadiri sejumlah menteri dan petinggi para negara anggota ITU (International Telecommunication Union), badan khusus di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk teknologi informasi dan komunikasi (TIK) atau biasa disebut ICT.

Para pembicara lain adalah Wakil Menteri Transportasi, Komunikasi, dan Teknologi Tinggi Azerbaizan Elmir Tofig Oglu Velizadeh; Menteri Komunikasi dan Informatisasi Belarusia Sergei Popkov; Menteri Pos dan Telekomunikasi Kamerun Minette Libom Li Likeng; Wakil Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia Jailani Bin Johari; dan Sekretaris Jenderal Departemen Informasi dan Teknologi Komunikasi (DICT) Filipina Monchito Ibrahim.

Lihat juga: Sampai Mana Konsultasi Publik Terkait Permen OTT?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X