Apa Rencana Alexander Rusli Setelah Hengkang dari Indosat?

Kompas.com - 27/09/2017, 10:04 WIB
CEO Indosat Alexander Rusli Yoga Hastyadi Widiartanto/Kompas.comCEO Indosat Alexander Rusli
|
EditorReza Wahyudi

JAKARTA, KOMPAS.com - Terhitung hari ini, Rabu (27/9/2017), Alexander Rusli tak lagi menjabat sebagai CEO dan Presiden Direktur Indosat Ooredoo. Untuk sementara, ia digantikan Joy Wahjudi hingga Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) digelar pada November 2017.

“Saya sudah memutuskan tidak melanjutkan kontrak di Indosat. Ke depan masih lihat-lihat dulu mau ke mana dan ngapain,” kata Alex pada KompasTekno, Rabu pagi.

Pria yang pernah menjadi staf ahli di Kementerian BUMN itu mengatakan ada pikiran untuk beralih ke industri startup. Bisa jadi ia mengambil kesempatan kerja di startup atau bahkan membangun startup sendiri.

“Pikiran ke startup ada. Tapi sekarang belum bisa terlalu berpikir ke sana karena masih fokus di Indosat sampai masa transisi. Saya nggak mau buru-buru juga. I’m taking my time,” ia menuturkan.

Yang jelas, Alexander Rusli ingin terjun ke industri yang game-changing. Menurut dia, industri telekomunikasi tak memiliki peran untuk mengubah, melainkan lebih ke infrastruktur penggerak.

“Industri telekomunikasi adalah infrastruktur yang membawa dunia digital. Industri digital sangat bergantung pada operator telekomunikasi,” ujarnya.

Ketertarikan Alexander Rusli pada dunia digital agaknya sudah tercermin sejak memegang posisi eksekutif tertinggi di Indosat Ooredoo. Ia mengaku lebih banyak memberikan ide yang berkaitan dengan sektor digital selama lima tahun memimpin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terakhir, Alexander Rusli juga mendorong inovasi teranyar di Indosat Ooredoo untuk membuka akses application programming interface (API) bagi pengembang aplikasi, baik lokal maupun asing.

Dengan begitu, pengembang aplikasi memiliki akses yang lebih mudah dan simpel untuk menjangkau pelanggan Indosat Ooredoo. (Baca: IWIC 2017, Indosat Buka API untuk Pengembang Lokal)

“Program API itu sudah saya dorong sejak dua tahun lalu. Tapi memang secara teknis lumayan sulit sehingga baru sekarang akhirnya terealisasi. Bukan semata-mata dari saya juga, tapi kerja sama tim,” ia menuturkan.

Kontrak Alexander Rusli di Indosat Ooredoo sendiri seharusnya berakhir pada 31 Oktober 2017. Namun, Surat Pemberitahuan tak lanjut telah diajukan sejak Jumat (22/9/2017) pekan lalu. Surat pengunduran diri pun dikeluarkan pada Selasa (26/9/2017) kemarin.

Baca: Alexander Rusli Ungkap Alasan Lepas Jabatan CEO Indosat Ooredoo



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.