Presiden AS Tuding Facebook Bersikap Anti-Trump

Kompas.com - 28/09/2017, 19:08 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump frustrasi dengan tindakan rezim Korut, Kim Jong Un. AFP Photo/Frederic J BrownPresiden Amerika Serikat Donald Trump frustrasi dengan tindakan rezim Korut, Kim Jong Un.
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Presiden Trump dikenal sering menuding media mainstream sebagai penyebar berita bohong yang menyerang dirinya. Belakangan, dia juga melontarkan tuduhan serupa terhadap raksasa jejaring sosial Facebook.

“Facebook selalu anti-Trump. Jaringan ini memang selalu anti-Trump dan menyebar berita bohong, @nytimes (sudah minta maaf) dan @WaPo. Apakah ini kolusi?” kicau Trump lewat akun Twitternya, mengaitkan Facebook dengan New York Times dan Washington Post.

Tuduhan tersebut terdengar ironis lantaran sebelumnya Facebook justru banyak disangka berkontribusi besar terhadap kemenangan Trump di pemilu presiden AS, lewat berita-berita palsu di jejaring sosial itu yang menyanjung Trump dan menyerang lawan politiknya.

Baca: Algoritma Facebook Bikin Donald Trump Menangi Pemilu AS?

Trump tidak menjelaskan lebih jauh tentang apa persisnya sikap Facebook yang dia pandang sebagai “anti-Trump”. Yang jelas, tudingannya itu datang di saat Facebook sedang mendapat sorotan dari kongres AS dan penyelidik federal lantaran isu intervensi Rusia di pemilu presiden AS tahun lalu.


Awal bulan ini, Facebook mengakui bahwa ada agen Rusia yang membeli 3.000 iklan di jaringannya menjelang pemilu presiden 2016. Sebagian iklan itu diduga bermaksud menciptakan gonjang-ganjing politik di Negeri Paman Sam.

Sementara, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Re/code, Kamis (28/9/2017), Trump tidak mau mengakui adanya keterlibatan Rusia dan menyebut berita soal itu sebagai “hoax” belaka.

Di sisi lain, pendiri Facebook Mark Zuckerberg beberapa kali melontarkan kritik terhadap Trump, misalnya soal rencana membangun tembok di perbatasan AS dan Meksiko, serta ururan imigran.

Salah satu yang terbaru, Zuckerberg mengkritik keputsan Trump mencabut program Deferred Action for Childhoold Arrivals (DACA) yang ditujukan membantu anak-anak imigran agar bisa bekerja dengan legal dan tidak dideportasi dari AS.

Baca: Lagi, Mark Zuckerberg Tak Hadiri Rapat Besar Bersama Donald Trump

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Recode
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X