Lewat Facebook, Mark Zuckerberg Jawab Tudingan Anti-Trump

Kompas.com - 29/09/2017, 10:14 WIB
Mark Zuckerberg di kantornya. Facebook.com/Mark ZuckerbergMark Zuckerberg di kantornya.
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Baru-baru ini Presiden AS Donald Trump menuding Facebook sebagai "Anti-Trump". CEO Facebook Mark Zuckerberg pun langsung menjawab tudingan itu dengan sebuah pernyataan panjang dan menayangkannya di akun resminya di Facebook.

"Trump mengatakan Facebook melawannya. Partai Liberal mengatakan kamilah yang membantu Trump. Kedua pihak sebenarnya sama-sama kecewa soal ide dan konten yang tidak mereka sukai (di Facebook)," tulis Mark Zuckerberg.

"Seperti inilah rasanya menjalankan sebuah platform untuk semua ide," lanjut Mark Zuckerberg.


Mark Zuckerberg kemudian membeberkan pendapatnya mengenai sejumlah peran positif dalam pemilu presiden Amerika Serikat (AS) pada 2016 lalu. Penekanannya, Facebook sebenarnya telah membantu mendorong terwujudnya demokrasi di AS.

Beberapa di antara peran positif itu, menurut Mark Zuckerberg, adalah soal memicu miliaran orang berinteraksi dan berdiskusi mengenai topik tertentu; menjadikannya pemilu pertama (Pilpres AS 2016) yang kandidatnya berkomunikasi melalui internet; menghasilkan uang ratusan juta dollar dari iklan; hingga membantu lebih dari 2 juta orang mendaftarkan diri untuk memilih.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari The Verge, Jumat (29/9/2017), Mark Zuckerberg juga mengakui bahwa pada awalnya dia tidak percaya Facebook bisa berpengaruh pada hasil pemilu Presiden AS 2016. Tapi dia kemudian menyesal dan memahami kenyataan bahwa memang pengaruh Facebook bisa demikian besar.

Mark Zuckerberg juga terus menekankan bahwa Facebook merupakan alat yang membantu mewujudkan demokrasi dan berjanji bahwa pihaknya akan terus berusaha mengamankan Facebook agar tidak dipakai untuk menyebarkan berbagai kabar bohong. Terutama terkait dengan kabar bohong yang dipakai untuk mengendalikan arah pemilu suatu negara.

"Data yang kami punya selalu menunjukkan pengaruh yang menyebar luas dan memiliki peran besar dalam pemilu tersebut -mulai dari memberikan tempat bagi orang untuk bersuara, hingga menjadi alat yang membuat kandidat bisa berkomunikasi dengan para calon pemilih," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Trump melalui akun Twitter-nya menuding Facebook sebagai anti-Trump. Tudingan seperti itu memang kerap dilontarkannya ke berbagai media di AS.

Facebook selalu anti-Trump. Jaringan ini memang selalu anti-Trump dan menyebar berita bohong, @nytimes (sudah minta maaf) dan @WaPo. Apakah ini kolusi?” kicau Trump lewat akun Twitternya, mengaitkan Facebook dengan New York Times dan Washington Post.

Trump hanya berkicau demikian, tanpa menjelaskan lebih lanjut mengenai hal atau sikap yang dinilai sebagai "anti-Trump". Tak lama setelah kicauan itu mengudara, Mark Zuckerberg pun langsung mengeluarkan tanggapan.

Baca: Presiden AS Tuding Facebook Bersikap Anti-Trump

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber The Verge
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X