Elon Musk Bikin Roket Transportasi Super Cepat, Sydney ke Singapura 31 Menit

Kompas.com - 30/09/2017, 16:05 WIB
Ilustrasi roket BFR bikinan SpaceX saat dipakai mengangkut penumpang di Bumi. SpaceXIlustrasi roket BFR bikinan SpaceX saat dipakai mengangkut penumpang di Bumi.
Penulis Oik Yusuf
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Usahawan teknologi Elon Musk berambisi mengirim manusia ke Planet Mars dengan roket bikinan perusahaannya, SpaceX. Belakangan, dia rupanya terpikir juga untuk memakai roket yang sama untuk digunakan sebagai transportasi cepat di bumi.

“Kalau kami bikin roket untuk pergi ke Bulan dan Mars, maka kenapa tidak sekalian saja untuk perjalanan ke tempat-tempat lain di Bumi?” ujar Elon Musk, yang sering disebut Iron Man di kehidupan nyata, ketika berbicara dalam International Astronautical Congress (IAC) di Adelaide, Australia pekan ini.

Roket BFR bikinan SpaceX diklaim sanggup mengantarkan penumpang ke tujuan manapun di seluruh penjuru Bumi dalam waktu kurang dari 1 jam. Si roket, misalnya, bisa melesat dari New York ke Paris dalam 30 menit, sementara Sydney ke Singapura cukup 31 menit saja.

Kecepatan roket BFR  bisa mencapai lebih dari 28.000 km per jam atau berkali-kali lipat pesawat jet konvensional yang biasanya memiliki kecepatan jelajah di kisaran 800 km per jam.

Baca: AI Kalahkan Jagoan Dota 2, Elon Iron Man Musk Sindir Google

Menurut Elon Musk, BFR bisa jauh lebih cepat dibandingkan pesawat jet biasa lantaran roket itu terbang ke luar atmosfer sehingga tidak mengalami hambatan karena gesekan dengan udara.

“Asyiknya di luar angkasa adalah tidak ada friksi. Jadi, begitu ke luar atmosfir, perjalanannya akan mulus sekali -tidak ada turbulensi atau apapun,” imbuh Elon Musk sebagaimana dirangkum KompasTekno dari CNBC, Sabtu (30/9/2017).

Bagaimana dengan biayanya? Musk mengatakan tarif penumpang untuk roket BFR di Bumi bisa ditekan hingga sama dengan harga “tiket ekonomi” pesawat jet komersil.

Baca: Asisten Minta Naik Gaji, Elon Iron Man Musk Malah Beri Cuti 2 Minggu

BFR sendiri adalah roket ulang-alik yang bisa dipakai lagi setelah meluncur dan mendarat. Wahana antariksa setinggi 106 meter dengan diameter 9 meter ini sanggup mengangkut kargo hingga seberat 150 ton dan rencananya akan mulai dikirim ke Mars pada 2022 mendatang.

Belum diketahui, kapan transportasi super cepat bikinan SpaceX itu bakal benar-benar beroperasi di Bumi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber CNBC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X