Lawan Hoax di Millennial, Gerakan Literasi Nasional Gandeng Selebritas

Kompas.com - 02/10/2017, 16:06 WIB
Ketua Umum Gerakan Nasional Literasi Digital #SiBerkreasi Dedy Permadi (latar depan, tengah) dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (latar depan, kedua dari kanan) dalam acara Diskusi Media Potensi Ancaman Peredaran Konten Negatif di Internet dan Peluncuran Gerakan #SiBerkreasi di Jakarta, Senin (2/10/2017) KOMPAS.com/Oik YusufKetua Umum Gerakan Nasional Literasi Digital #SiBerkreasi Dedy Permadi (latar depan, tengah) dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (latar depan, kedua dari kanan) dalam acara Diskusi Media Potensi Ancaman Peredaran Konten Negatif di Internet dan Peluncuran Gerakan #SiBerkreasi di Jakarta, Senin (2/10/2017)
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta

JAKARTA, KOMPAS.com - Peredaran konten negatif seperti berita palsu, konten berbau SARA, pornografi, dan lain-lain kerap menimbulkan keresahan di kalangan warganet Tanah Air. Situs yang terindikasi menyebar konten negatif saja sudah mencapai kisaran 800.000, menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika. Belum lagi yang beredar di media sosial.

Ketua umum Gerakan Nasional Literasi Digital #SiBerkreasi, Dedy Permadi, mengatakan bahwa kalangan yang paling rentan terpapar konten negatif adalah generasi millennial kelahiran dekade 80-an atau lebih muda. Mereka paling aktif dan banyak berinteraksi dengan percakapan digital.

Oleh sebab itulah, #SiBerkreasi menyasar generasi millennial dalam upayanya meningkatkan literasi digital dan memerangi peredaran konten negatif. Caranya antara lain adalah dengan menggandeng para influencer alias selebriti yang banyak diikuti dan dijadikan panutan oleh kaum muda di internet.

"Kami menggandeng influencer lewat dua jalur, pertama adalah lewat organisasi, misalnya kerja sama dengan PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia) 56, itulah sebabnya Marcella Zalianty (ketua PARFI 2016-2021) ada di sini," ujar Dedy usai acara Diskusi Media "Potensi Ancaman Peredaran Konten Negatif di Internet dan Peluncuran Gerakan #SiBerkreasi" di Jakarta, Senin (2/10/2017).

Jalur kedua, lanjut Dedy, adalah dengan melakukan pendekatan personal terhadap influencer terkait. Meski #SiBerkreasi merupakan gerakan berupa ajakan yang bersifat sukarela, dia mengatakan sejumlah nama terkenal sudah menyatakan komitmen untuk mendukung, antara lain Putra Nababan, Dennis Adhiswara, dan seluruh anggota Project Pop yang ikut menciptakan video berjudul Cek Dulu untuk #SiBerkreasi.

Para influencer diharapkan ikut berperan dalam memerangi penyebaran konten negatif dengan cara mengunggah konten positif. "Misalnya sekarang banyak gerakan startup digital, mereka bisa ajak para fans untuk ramai-ramai mendukung startup ketimbang menyebar hoax," kata Dedy memberi contoh.

Lewat pendidikan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain lewat selebritas, #SiBerkreasi turut mendorong masuknya konten literasi digital dalam kurikulum pendidikan lewat kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dedy mengatakan, draft materi kurikulum literasi digital ditargetkan sudah rampung pada akhir tahun ini, tetapi dia masih belum bisa memastikan kapan penerapannya akan dilakukan di sekolah-sekolah.

"Proses masuk kurikulum itu panjang. Kami targetkan gerakan ini akan berlanjut hingga 2020 dan tiap semester akan dievaluasi efektivitasnya lewat riset, apakah benar-benar punya dampak positif atau tidak," ujar Dedy.

Kementerian Komunikasi dan Informatika yang ikut berperan mengawasi konten di internet menyambut baik gerakan #SiBerkreasi karena mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lebih banak konten positif di internet dan mengurangi peredaran konten negatif.

"Kominfo itu dalam rangka literasi digital mengajak semua elemen bangsa, dari mulai akademisi, mahasiswa, dan lain-lain untuk sama-sama memerangi konten negatif. Karena ini kerja sama, maka kita semua harus sama-sama bekerja," ujar Rudiantara yang ikut hadir dalam acara.

Sebelumnya, Gerakan Nasional Literasi #SiBerkreasi telah diluncurkan dalam acara Kick Off: Smart Schools Online pada 25 September 2017 di Jakarta. Acara serupa juga diadakan secara serempak di 8 kota lain di Indonesia, yakni Bandung, Bojonegoro, Jember, Padang, Polewali Mandar, Semarang, Sinjai, dan Sukabumi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.