Google Sempat Bantu Penyebaran Hoaks Penembakan Las Vegas

Kompas.com - 03/10/2017, 19:25 WIB
Police form a perimeter around the road leading to the Mandalay Hotel (background) after a gunman killed at least 50 people and wounded more than 200 others when he opened fire on a country music concert in Las Vegas, Nevada on October 2, 2017. 
Police said the gunman, a 64-year-old local resident named as Stephen Paddock, had been killed after a SWAT team responded to reports of multiple gunfire from the 32nd floor of the Mandalay Bay, a hotel-casino next to the concert venue. / AFP PHOTO / Mark RALSTON MARK RALSTONPolice form a perimeter around the road leading to the Mandalay Hotel (background) after a gunman killed at least 50 people and wounded more than 200 others when he opened fire on a country music concert in Las Vegas, Nevada on October 2, 2017. Police said the gunman, a 64-year-old local resident named as Stephen Paddock, had been killed after a SWAT team responded to reports of multiple gunfire from the 32nd floor of the Mandalay Bay, a hotel-casino next to the concert venue. / AFP PHOTO / Mark RALSTON
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta

KOMPAS.com - Google sempat membantu penyebaran berita palsu atau hoaks penembakan di Las Vegas pada Minggu (1/10/2017) malam waktu setempat. Kala itu, pengguna situs berbagi foto 4chan mengunggah informasi yang menyebutkan bahwa pelaku penembakan adalah pria bernama Geary Danley.

Google pun menaruh postingan tersebut pada hasil pencarian teratas ketika netizen mengetik "Geary Danley" di kolom pencari. Padahal, pada Senin (2/10/2017) waktu setempat, polisi mengidentifikasi dan mengumumkan bahwa oknum yang bertanggung jawab adalah Stephen Paddock, bukan Geary Danley.

Hingga Senin pagi Google masih memberikan informasi salah ketika netizen mengetik nama “Geary Danley” di kolom pencari. Tim Google News pun mengakui kekeliruan informasi tersebut. 

“Ketika postingan baru dari 4chan muncul, itu memicu Top Stories, sayangnya ini malah mengarah ke informasi yang tak akurat,” kata perwakilan Google News dalam keterangan resminya.

Baca: Netizen Desak Penembakan Las Vegas Disebut sebagai Aksi Terorisme

“Kami menggunakan banyak indikator untuk menentukan peringkat hasil pencarian - antara lain otoritas yang dimiliki situs tertentu dan seberapa aktual informasi tersebut,” tim Google News menambahkan, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Selasa (3/10/2017) dari ArsTechnica.

4chan sendiri sejatinya tak memiliki otoritas atau kredibilitas atas informasi yang akurat. Pasalnya 4chan bukan situs berita, melainkan situs berbagi foto di mana pengguna bisa saling mengunggah konten visual milik mereka tanpa ada proses verifikasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terlepas dari kekeliruan Google, raksasa mesin pencari itu meminta maaf dan berjanji akan memperbaiki sistemnya agar tak terjadi hal seperti ini di masa depan.

“Kami bekerja keras memperbaiki celah sistem yang menyebabkan masalah ini terjadi,” begitu janjinya. Saat ini, postingan hoaks dari 4chan tak lagi tertera pada hasil pencarian teratas di mesin pencari Google.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.