Aplikasi Uber Diam-diam Rekam Aktivitas Layar iPhone

Kompas.com - 06/10/2017, 09:30 WIB
Ilustrasi aplikasi Uber Says.comIlustrasi aplikasi Uber
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Aplikasi Uber terciduk diam-diam merekam aktivitas layar smartphone pengguna. Peneliti keamanan bernama Will Strafach menemukan sebuah kode pada aplikasi ride-sharing Uber di iOS yang memungkinkan aktivitas itu. Kode itu hanya tertanam pada aplikasi Uber untuk iOS ( iPhone), tidak ada di Android.

Artinya, kebiasaan dan privasi pengguna bisa terekam di sistem aplikasi Uber. Menurut ahli Apple dan perancang jailbreak, Luca Todesco, yang dilakukan Uber adalah sebuah kecurangan.

“Ini sama saja dengan memberikan akses kunci masuk ke aplikasi pengguna,” kata dia.

Luca Todesco juga mengingatkan bahwa kode berbahaya ini melemahkan pengguna aplikasi Uber di iOS. Layanan ride-sharing asal San Francisco itu bisa mengeksekusi kode lebih lanjut sehingga kredensial pengguna terancam dan bisa diserang kapan saja.

“Saya rasa ini sangat menakutkan dan berbahaya,” ujarnya.

Baca: Uber Dilarang Beroperasi di London, CEO Ajak Refleksi Diri

Tanggapan Uber

Juru bicara Uber berdalih kode khusus itu digunakan untuk meningkatkan rendering pada aplikasi di Apple Watch. Ia meyakinkan bahwa kode perekaman layar itu tak terkoneksi ke mana-mana dan tak berbahaya bagi privasi pengguna.

Kendati begitu, juru bicara Uber memaklumi kekhawatiran pengguna. Karenanya, perusahaan tersebut cepat mengambil tindakan.

“Pembaruan pada Apple Watch dan aplikasi kami berikutnya akan menghapus API tersebut sepenuhnya,” ia berjanji.

Kode perekaman layar ini adalah temuan kecurangan Uber yang kesekian kalinya. Sebelumnya, Uber juga tersandung tuduhan pelanggakan privasi karena menyusupkan sistem untuk merekam pergerakan sopir “tetangga sebelah” Lyft.

Ada juga program rahasia Uber yang belakangan diketahui untuk menemukan upaya-upaya penegakan hukum, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Jumat (6/10/2017) dari ZDNet.

Bahkan, CEO Apple, Tim Cook sempat mengancam bakal mengeluarkan Uber dari ekosistem aplikasi iPhone. Pasalnya, Uber terciduk melanggar kebijakan Apple dengan membuntuti aktivitas iPhone bahkan setelah pengguna menghapus aplikasi Uber.

Hingga kini pihak Apple belum berkomentar soal temuan teranyar Strafach.



Sumber ZDNet
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X