Mesin Sensor Internet Kominfo Ditargetkan Beroperasi Januari 2018

Kompas.com - 09/10/2017, 13:35 WIB
Ilustrasi sensor internet. ShutterstockIlustrasi sensor internet.
|
EditorReska K. Nistanto

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemberantasan konten negatif di internet serupa pornografi, judi, kekerasan, radikalisme, dan SARA, menjadi salah satu fokus utama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Beberapa saat lalu, Kominfo sudah meluncurkan sistem ticketing untuk pengaduan konten negatif melalui situs Trust Positif.

Kini, Kominfo hendak merealisasikan mesin sensor internet berbasis crawling. Tujuannya meningkatkan efektivitas dan efisiensi pemberantasan konten negatif di internet.

Pengadaan mesin sensor ini dilelang dan dimenangkan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI). Kominfo menargetkan pengoperasian mesin sensor dimulai Januari 2018 mendatang.

"Pemasangannya paling lambat 31 Desember ini. Mulai beroperasi Januari 2018, sebelum itu tentu sudah ada uji coba," kata Dirjen Aptika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, di sela-sela konferensi pers di Gedung Kominfo, Medan Merdeka, Jakarta, Senin (9/10/2017).

Baca: Kominfo Tegaskan Mesin Sensor Internet di Indonesia Bukan Mesin Sadap

Lebih runut, proses pelelangan dibuka sejak 30 Agustus 2017. Ada 72 peserta seleksi dan hanya 21 peserta yang mengirimkan dokumen prakualifikasi.

Setelah diseleksi, cuma enam peserta yang lolos tahap berikutnya. dari enam peserta itu, cuma dua peserta yang mengirimkan dokumen administrasi, teknis, dan harga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kominfo pun menetapkan PT INTI sebagai pemenang. Harga penawaran yang diajukan PT INTI adalah Rp 198 miliar dengan harga terkoreksi Rp 194 miliar. Adapun proses pembayaran proyek menggunakan mekanisme "lump sum".

"Proyeknya berjalan dulu sesuai dengan yang diharapkan pemerintah, baru dibayarkan. Jadi tidak ada potensi kerugian negara," jelas Semuel.

Mesin sensor internet ini ditargetkan mampu memblokir konten-konten negatif di internet dengan lebih cepat dan tepat. Pemerintah memprediksi 50 persen konten negatif bisa langsung diblokir ketika mesin dioperasikan nanti.

"Selama ini pelaporan konten negatif melalui situs Trust Positif diproses secara manual. Laporan yang masuk sangat banyak tapi baru sedikit yang diproses. Kalau ada mesin nanti bisa dibuka semua (konten yang diadukan) dan dibaca sekaligus. Serba otimatis,"  ia menuturkan.

Baca: Kemenkominfo Umumkan Pemenang Tender Mesin Sensor Internet



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.