Kompas.com - 11/10/2017, 12:25 WIB
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Vendor smartphone China OnePlus dikabarkan mengoleksi data pengguna smartphone tanpa izin atau permisi. Blogger asal Inggris Chris Moore yang mengungkap praktik curang OnePlus ini di situsnya.

Dalam blog tersebut, Moore mendemonstrasikan bagaimana OnePlus mengambil data dan informasi pribadinya. Kemudian, sistem mengirim data tersebut tanpa permisi atau meminta izin terlebih dahulu.

Moore melihat domain yang janggal. Domain itu ia temukan saat mengikuti sebuah perlombaan hacking. Penasaran, ia pun mengopreknya lebih jauh.

Domain yang dimaksud, dikutip KompasTekno dari Android Authority, Rabu (11/10/2017), adalah open.oneplus.net yang mengoleksi dan mengirim data-datanya ke layanan cloud Amazon, tanpa sepengetahuannya.

Baca: OnePlus 5 Dituduh Curangi Benchmark

Data yang diakses oleh OnePlus beragam, mulai dari informasi perangkat seperti IMEI, serial number, nomor telepon, MAC address, nama operator seluler, prefix IMSI, hingga data aktivitas pengguna seperti reboot, charging, timestamp layar maupun aplikasi.

Dikatakan oleh Moore, data-data tersebut dikumpulkan oleh OnePlus Device Manager dan OnePlus Device Manager Provider.

Untungnya, blogger lain yang membaca tulisan Moore, mengaku menemukan cara untuk menon-aktifkan aktivitas tersebut, yakni dengan menjalankan kode perintah.


Pengumpulan data tanpa izin oleh vendor smartphone menjadi kekhawatiran yang merebak. Namun yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah respons OnePlus yang mengatakan bahwa tujuan pengumpulan data itu adalah untuk dukungan pengguna, tanpa menaruh perhatian pada privasi.

"Kami mengirim analitik secara aman di dua stream berbeda melalui HTTPS ke server Amazon. Stream pertama adalah analitik penggunaan, yang dikumpulkan untuk membuat software lebih maksimal berdasar perilaku pengguna. Transmisi aktivitas pengguna ini bisa dimatikan melalui "Settings -> Advance -> Join user experience program. Stream kedua adalah informasi perangkat, yang diambil untuk memberikan layanan purna jual yang lebih baik," demikian pernyataan OnePlus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.