TEKNO-David Hanson, Genius Di Balik Perkembangan Humanoid

David Hanson, Sang Jenius Pencipta Robot Manusia

Kompas.com - 16/10/2017, 19:30 WIB
David Hanson dan Humanoid Berbasis A.I Ciptaannya, Sophia Rizky C.Septania/Doc. Hanson Robotics Official PageDavid Hanson dan Humanoid Berbasis A.I Ciptaannya, Sophia
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Masa depan robot berbentuk manusia ( humanoid) saat ini bisa dibilang cerah.
Ditambah lagi, kecerdasan buatan ( Artificial Intelligence, AI) yang menjadi basis dari humanoid saat ini mulai berkembang pesat. 
 
Perkembangan dunia robot saat ini ditandai dengan munculnya Sophia, sebuah humanoid menyerupai perempuan pada rapat PBB pada Rabu (11/10/17) silam.

Melihat Sophia yang memiliki gerak-gerik dan kecerdasan mendekati manusia lantas membuat sebagian orang bertanya. Siapakan sosok jenius dibalik terciptanya humanoid tersebut?

Ia adalah David Franklin Hanson Jr. seorang ahli robot sekaligus pengusaha asal Dallas, Amerika Serikat.

Kiprah Hanson di dunia robotik tidak perlu diragukan lagi. Hanson telah mendapat pengakuan dunia sebagai pencipta robot yang paling mirip manusia.

Baca: Perempuan Cantik Ini Ternyata Sebuah Robot

Robot buatannya selalu dilengkapi dengan ekspresi, estetika, dan kemampuan berinteraksi selayaknya manusia pada umumnya. Dia telah menghasilkan banyak karakter robot yang terkenal dan telah mendapat banyak pengakuan publik serta peliputan media.

Hanson memulai karir bukan sebagai ahli robot. Pada awal kiprahnya di tahun 1993, ia adalah videografer lepas yang bekerja untuk CNN dan MTV.

Pada tahun 1995, Hanson bekerja sebagai asisten teknisi dengan Heinrich Gerritsen. Di sana ia membangun desain mengenai sistem pencahayaan antar ruang angkasa baru. Karya mereka berhasil memenangkan penghargaan dari NASA.

Hanson juga pernah bekerja untuk Walt Disney Imagineering di tahun 1996 hingga 2001. Di sinilah ia banyak mendapat pengalaman dalam melakukan pemograman robot, termasuk AI.

Tahun selanjutnya, Hanson berhenti bekerja untuk Disney. Ia kemudian memfokuskan karirnya pada riset robotik. Ia bergabung dengan Jet Propulsion Laboratory dan mengembangkan penggunan polimer tahan air untuk wajah humanoid.

Baca: Bersaing dengan Robot, Kemampuan Apa yang Harus Anda Miliki di 2030?

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X