Kompas.com - 20/10/2017, 14:35 WIB
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Pengembang game di Facebook Messenger kini bisa meraup pendapatan dari pembelian produk dalam aplikasi alias in-app purchase dan aliran iklan. Kebijakan anyar ini merupakan upaya Facebook untuk membangun ekosistem game yang berkualitas di layanan chatting-nya.

Untuk sementara, in-app purchase untuk game di Facebook Messenger baru diuji coba dalam versi Android. Dalam hal ini, Google Play Store bakal memberlakukan pemotongan pendapatan standar sebesar 30 persen.

Lantas, potongan yang masuk kantong Facebook berapa persen? Layanan yang didirikan Mark Zuckerberg itu menanggapi dengan diplomatis.

“Untuk tes awal, kami mengikuti kebijakan biaya transaksi untuk Google Play Store sebesar 30 persen,” kata perwakilan Facebook.

Baca: Ada Ikon Jempol ke Bawah di Facebook Messenger

Artinya, sementara ini Facebook masih menjadi mediator cuma-cuma. Pemotongan transaksi in-app purchase hanya antara pengembang game Android dan Google Play Store dengan porsi 70 persen dan 30 persen.

Belum diumbar lebih lanjut kapan game-game iOS bisa turut memonetisasi produknya di Messenger. Yang jelas, pengembang game Android yang ingin mengikuti program monetisasi beta di Messenger bisa mendaftar di tautan ini.

Selain dengan in-app purchase, mekanisme monetisasi lain bisa melalui iklan. Facebook sesumbar bakal segera mengumumkan pengukuran iklan yang jelas dan tool optimalisasi untuk pengembang game di Messenger, sebagaimana dilaporkan TechCrunch dan dihimpun KompasTekno, Jumat (20/10/2017).

Selama ini pengembang game yang berkiprah di Messenger hanya bisa membangun minat audiens dan memonetisasinya dari jalur lain. Kini, dengan inisiasi baru Facebook, diharapkan pengembang game makin gencar dan bersemangat.

Facebook sesumbar pengguna aktif harian Messenger mencapai 70 juta. Berbagai strategi dilakukan agar netizen tertarik mengobrol maya via Messenger, mulai dari menghadirkan bot hingga game.

Baca: Giliran Facebook Messenger Jiplak Snapchat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber TechCrunch
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.