Kompas.com - 21/10/2017, 08:02 WIB
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Ketika banyak pekerja yang kurang memperhatikan pola makan mereka ketika bekerja, Dan Zigmond justru memperkenalkan rekan-rekan sekantorya di Facebook dengan tren diet yang ia lakukan.

Tren diet yang diperkenalkan Direktur Analisis Facebook tersebut bernama intermittent fasting, atau berpuasa berselang-selang.

Zigmond mengaku berpuasa selama 15 jam dalam beberapa hari. Ia memulai makan pukul 9 malam hingga 6 pagi, di mana jam-jam tersebut diyakini bukanlah jam yang tepat untuk makan.

"Banyak di antara kita makan saat sedang bekerja. Sangat sulit mengontrol apa yang kita makan setiap hari, namun sebenarnya yang dapat kita kontrol adalah waktu. Hal terburuk bagi tubuh Anda adalah makan sepajang waktu." jelas Zigmound kepada Business Insider dan dirangkum KompasTekno, Sabtu, (21/10/2017).

Zigmound kemudian menceritakan awal mula ia bertekad mengubah gaya hidupnya pada tahun 2014. Saat itu Zigmound bekerja di salah satu startup bernama Hampton Creek dimana rekan sejawatnya adalah para peneliti makanan, para biologis, dan koki.

Mereka sering bercerita tentang pilihan menu makanan yang baik dan membagi hasil penelitian mereka seputar gaya hidup sehat.

Ia menjelaskan hasil studi biologi yang dilakukan oleh Salk Institute bahwa waktu makan akan mempengaruhi seberapa banyak makanan yang kita makan.

"Tikus yang makan dengan batasan waktu tertentu menjadi kurus dibanding tikus yang makan sepanjang waktu", tuturnya.

Zogmound mengaku gaya hidupnya saat ini dipengaruhi oleh pengalamannya ketika di Thailand beberapa tahun lalu. Seorang biksu mengajarkannya kebiasan tersebut dan ia memutuskan untuk melanjutkannya hingga sekarang.

"Saya sangat menyukai program ini. Saya merasa sangat lebih baik dan efeknya berat badan saya berkurang," akunya.

Kurang dari satu tahun, Zigmound mengaku turun sebanyak 20 pounds atau sekitar 9 kilogram. Setelah menjalani program diet ini, ia selalu merasa lebih bugar setiap bangun tidur dan tidak pernah merasa lapar.

Bahkan ia tidak pernah lagi merasakan "food coma" atau postprandial somnolence, keadaan di mana seseorang merasa mengantuk berat, lesu dan pikiran menjadi berkabut setelah makan.

Baca juga:Petinggi Facebook: Mobile Mengubah Segalanya

Zigmound pun menulis buku tentang program dietnya berjudul "Buddha's Diet: The Ancient Art of Losing Weight Without Losing Your Mine" bersama dengan temannya Tara Cottrell.

Tren diet dengan berpuasa 15 jam ini, ia populerkan ke para pekerja Silicon Valley, daerah industri teknologi di California. Hal itu ia lakukan agar mereka bisa meningkatkan produktivitas dan memperpanjang usia hidup.

Mereka pun membentuk sebuah klub yang diberi nama WeFast. Klub tersebut selalu mengadakan pertemuan setiap hari Rabu untuk sarapan bersama saat sedang tidak berpuasa dan tak lupa saling 'meretas' informasi makanan sehat satu sama lain.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.