Kompas.com - 26/10/2017, 10:09 WIB
Teknologi gerak Kinect merupakan buatan dari perusahaan asal Israel, Primesense MicrosoftTeknologi gerak Kinect merupakan buatan dari perusahaan asal Israel, Primesense
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Sempat tak jelas kabarnya selama beberapa tahun, Microsoft kini telah memastikan nasib Kinect. Produksi perangkat motion detecting camera itu sudah dihentikan dan tak akan dijual lagi, begitu Microsoft menghabiskan stok yang tersisa. Riwayat Kinect pun tamat sudah.

Hal tersebut disampaikan oleh GM of Xbox Devices Marketing Microsoft, Matthew Lapsen, dalam sebuah wawancara dengan Fast Co Design.

"Saat kami memperkenalkan Xbox One, kami merancanganya untuk menyajikan pengalaman terbaik dengan Kinect. Itulah tujuan kami," ujar Lapsen. "Dan seperti peluncuran produk lainnya, kami terus memonitor, belajar, dan menyesuaikan diri," imbuhnya.

Pertama kali diperkenalkan pada November 2010, Kinect adalah aksesori untuk konsol game Microsoft Xbox 360 yang juga sempat dibundel dengan konsol berikutnya, Xbox One. Namun pada 2014, Microsoft memutuskan untuk tak lagi membundel Kinect untuk menurunkan harga jual Xbox One. Sejak itulah nasibnya tak jelas.

Baca: Apple Resmi Beli Pembuat Kinect Xbox

Kinect menggunakan teknologi kamera depth-sensing yang bisa mendeteksi gerakan tubuh pengguna untuk mengendalikan game. Ada juga mikrofon untuk menangkap suara, sehingga Kinect bisa digunakan untuk video chatting.

Konsep unik yang disajikan ini sempat membuatnya populer di awal kiprahnya. Kinect terjual satu juta unit hanya dalam sepuluh hari pertama sejak melakukan debut di pasar. Berbagai judul game populer seperti Fruit Ninja dan Dance Central memberikan dukungan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, sebagaimana dirangkum KompasTekno, Kamis (26/10/2017), lambat laun jumlah game yang mendukung pemakaian Kinect semakin sedikit. Popularitasnya pun meredup sehingga Microsoft akhirnya mengambil keputusan untuk mengakhiri penjualan Kinect.

Meski begitu, Kinect bisa dibilang merupakan salah satu pelopor yang mempopulerkan penggunaan teknologi depth-sensing. Kamera pengenal wajah Face ID di iPhone X pun sebenarnya bisa dikatakan sebagai "Kinect mini".

Di Microsoft sendiri, pengembangan Kinect berlanjut ke Hololens yang tak hanya mampu mengenali pengguna, namun juga ruang di sekitarnya. Riwayat Kinect mungkin sudah tamat, tapi inspirasiyang dihasilkannya tetap hidup dan bertambah canggih. Selamat tinggal Kinect!

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.