Kompas.com - 02/11/2017, 07:12 WIB
Ilustrasi Thinkstockphotos.comIlustrasi
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Sebanyak 46 juta data pribadi pengguna ponsel Malaysia bocor di dark web. Informasi yang bocor termasuk nomor telepon, serial number ponsel, hingga alamat rumah.

Dark web atau dark net adalah serangkaian situs online yang beroperasi menggunakan jaringan internet, namun hanya bisa diakses dengan software khusus. Oleh karena itu, "internet tersembunyi" ini sering digunakan oleh para pelaku kejahatan.

Kebocoran data dalam jumlah masif itu pertama kali dilaporkan oleh situs berita teknologi Malaysia, Lowyat.net. Situs tersebut memberitakan bahwa ada seseorang yang berusaha menjual database data pengguna ponsel Malaysia di forum miliknya.

Si pelaku tersebut mencoba menukarkan database tersebut dengan sejumlah uang digital Bitcoin. Transaksi Bitcoin tidak bisa dilacak sehingga populer di kalangan dunia hitam, termasuk pelaku serangan cyber.

Baca juga : OnePlus Mengaku Diam-diam Ambil Data Pengguna

Data tersebut didapat dengan meretas 12 operator lokal Malaysia. Tidak hanya itu, situs milik pemerintah, seperti Malaysian Medical Council, Malaysian Housing Loan Applications, hingga National Specialist Register of Malaysia juga menjadi sasaran. Informasi pribadi yang diunggah melalui Jobstreet.com pun berhasil diretas. 
 
Setelah mengetahui adanya kebocoran besar-besaran, Lowyat.net langsung melaporkannya kepada komisi pengawas komunikasi, Malaysian Communications and Multimedia Commision  (MCMC).

Terdampak ke seluruh Malaysia

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lowyat.net kemudian melaporkan masalah ini kepada MCMC pada 18 Oktober lalu. Setelah itu, MCMC meminta Loywat.net untuk menurunkan berita tersebut.

Meski begitu, MCMC langsung mengonfirmasikan kabar tersebut melalui Facebook resminya sehari kemudian. Menurut MCMC, ada 46,2 juta pelanggan mobile yang datanya bocor. Penduduk Malaysia sendiri diketahui ada sebanyak 32 juta jiwa.

Kasus ini segera diselidiki oleh MCMC selaku pihak yang berwenang. Tidak hanya itu, MCMC juga telah melakukan pertemuan pada perusahaan komunikasi terkait untuk membahas insiden ini lebih lanjut.

"Kami telah mengidentifikasi beberapa sumber kebocoran yang potensial.Kami harus bergerak cepat untuk dapat menyelesaikan penyelidikan sesegera mungkin," ujar Menteri Komunikasi Malaysia, Salleh Said Keruak, seperti dikutip KompasTekno melalui AFP, Kamis (2/11/2017).

Halaman:


Sumber AFP,BBC

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.