Batal Damai, Apple akan Tinggalkan Qualcomm?

Kompas.com - 02/11/2017, 15:48 WIB
CEO Apple Tim Cook berdiri di depan foto raksasa almarhum Steve Jobs saat memberikan sambutan di acara peluncuran iPhone X di Steve Jobs Theater, Selasa (12/9/2017). Cnet/ YouTubeCEO Apple Tim Cook berdiri di depan foto raksasa almarhum Steve Jobs saat memberikan sambutan di acara peluncuran iPhone X di Steve Jobs Theater, Selasa (12/9/2017).
|
EditorOik Yusuf


KOMPAS.com-Chip bikinan Qualcomm kemungkinan tidak akan digunakan lagi untuk produk iPhone dan iPad keluaran 2018. Pasalnya baru-baru ini terdengar kabar bahwa pabrikan gadget tersebut berencana memutus kontrak dengan Qualcomm.

Hal tersebut merupakan buntut dari sengketa hukum antara Qualcomm dan Apple. Qualcomm menuding Apple tak mau membayar lisensi paten teknologinya, sementara Apple menilai biaya yang diminta Qualcomm kelewat tinggi.

Sebelumnya sempat beredar kabar bahwa Apple dan Qualcomm sepakat "berdamai". Namun, informasi terbaru yang muncul justru mengindikasikan hal sebaliknya.

Baca juga : Apple dan Qualcomm Bakal Rujuk?

Bahkan, menurut informasi yang dirangkum KompasTekno dari The Wall Street Journal, Kamis (2/11/2017), Apple saat ini sedang dalam proses mengembangkan iPhone dan iPad terbarunya tanpa melibatkan chip dari Qualcomm.

Apabila benar demikian, langkah Apple akan berdampak besar bagi penjualan Qualcomm. Pasalnya, Apple merupakan klien terbesar dari produsen chip modem ini. Jika Apple memilih untuk memutuskan kontrak, pendapatan Qualcomm disinyalir bakal menurun hingga 13%.  
 
Semenjak perseteruan, Qualcomm memang melarang Apple untuk menggunakan software miliknya untuk keperluan pengembangan perangkat. Itulah sebabnya yang membuat Apple lebih memilih untuk mengadopsi chip alternatif buatan Mediatek dan Intel untuk prototype produk terbarunya.

Sebelum berseteru, dua perusahaan ini sudah saling berkolaborasi satu sama lain dalam rentang waktu yang cukup lama. Apple selalu menggunakan chip modem Qualcomm di aneka gadget bikinannya secara eksklusif hingga tahun 2016 lalu.

Alasan Apple memilih Qualcomm disebabkan oleh kecepatan chip buatan Qualcomm yang memang lebih kencang dari kompetitor. Hubungan kedua perusahaan ini memanas sejak awal Januari lalu akibat sengketa royalti hak paten.

Berbeda dengan Qualcomm yang rewel dengan royalti  hak paten, Apple menilai Mediatek dan Intel lebih fleksibel dalam hal ini.  

Meski demikian, kesempatan Apple dan Qualcomm untuk rujuk belum sepenuhnya tertutup. Hingga saat ini Apple belum mengambil keputusan final. Jika perang paten antara Apple dan Qualcomm semakin memanas, ada kemungkinan Apple akan beralih sepenuhnya ke Intel dan Mediatek.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X