Qualcomm, Xiaomi, Oppo, dan Vivo Teken Kerja Sama Ratusan Triliun Rupiah

Kompas.com - 12/11/2017, 09:21 WIB
Papan nama Qualcomm Inc. di gedung kantornya di La Jolla, California, AS. Konrad Fiedler/BloombergPapan nama Qualcomm Inc. di gedung kantornya di La Jolla, California, AS.
|
EditorOik Yusuf

KOMPAS.com - Kunjungan Presiden Amerika Donald Trump ke China pada Kamis (9/11/2017) lalu menghasilkan paket kerja sama senilai 250 miliar dollar AS atau lebih dari Rp 3.000 triliun antara perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dan China.

Salah satu bagian dari paket itu adalah kerja sama antara perusahaan chipset asal San Diego, Qualcomm, dan tiga vendor smartphone asal China yakni Vivo, Xiaomi, dan Oppo.

Qualcomm telah menandatangani nota kesepahaman tidak mengikat dengan ketiga vendor di Great Hall of People di Beijing.

Dalam kerja sama yang dilaporkan bernilai 12 miliar dollar AS atau lebih dari Rp 160 triliun tersebut, Qualcomm akan memasok komponen chip ke Vivo, Xiaomi, dan Oppo selama tiga tahun.

Sebenarnya ketiga pabrikan smartphone tersebut juga menggunakan prosesor Mediatek asal Taiwan, tapi sebagian besar ponsel mereka menggunakan platform Qualcomm.

Baca juga : Qualcomm Sebut Inovasi Smartphone Sudah Menjadi Masa Lalu

Berdasarkan laporan yang dihimpun KompasTekno dari GizmoChina pada Minggu (12/11/2017), Qualcomm mengaku separuh keuntungannya diperoleh dari China. Dengan demikian, kerjasama ini nampaknya akan menjadi win-win solution bagi semua pihak yang terlibat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bos eksekutif Qualcomm, Steve Mollenkopf mengatakan bahwa kerja sama dengan tiga perusahaan smartphone asal China ini akan membantu ambisi China untuk mendorong industri dalam negerinya.

"Kami melanjutkan komitmen kami untuk berinvestasi dan membantu memajukan industri mobile dan semikonduktor China", jelasnya.

Baca juga : Sengketa Apple-Qualcomm dan Masa Depan Keduanya

Kurang dari semingu yang lalu, ada rumor yang berkembang bahwa Qualcomm kemungkinan akan diakuisisi oleh pesaingnya, Broadcom, seharga 130 miliar dollar AS atau Rp 1.700 triliun.

Broadcom sendiri telah diakuisisi oleh Avago pada tahun 2015 seharga 36 miliar dollar AS atau mendekati angka Rp 500 triliun. Saat ini Qualcomm dalam negoisasi untuk mengakuisisi perusahaan semikonduktor NXP asal Belanda.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.