Kompas.com - 22/11/2017, 09:38 WIB
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Google selama ini ternyata tetap mengumpulkan data lokasi smartphone Android, meski pengguna telah mematikan fitur pemantau lokasi. Data yang dikumpulkan diam-diam oleh Google itu adalah alamat atau identitas menara BTS terdekat dengan smartphone Android.

Situs Quartz menjadi yang pertama dalam mengetahui praktik Google tersebut, yang dikutip KompasTekno, Rabu (22/11/2017), ternyata telah dilakukan sejak awal 2017, saat Google mengubah sistem Firebase Cloud Messaging.

Jadi meski fitur Location Services di smartphone Android dinonaktifkan, sistem Android tetap mengirim data identitas BTS terdekat tadi ke server Google. Data ini mungkin tidak terlalu tinggi akurasinya.

Google memang tidak tahu apakah pemilik smartphone sedang berada di mal, kantor, atau restoran. Namun tetap saja berbahaya jika hacker bisa membobolnya.

Setting Location Services di smartphone AndroidIst Setting Location Services di smartphone Android
Untuk diketahui, Cell ID berbeda dengan Location Services yang mengaktifkan GPS untuk mengidentifikasi keberadaan smartphone. Sebaliknya, Cell ID tidak bisa mengakses GPS, sehingga tidak bisa mencatat koordinat lokasi smartphone.

Google pun memberikan penjelasan. Menurut Google, hal itu dilakukan untuk meningkatkan kecepatan dan performa sistem dalam mengirim pesan ke smartphone Android.

Google pun mengatakan akan berhenti melakukan praktik mengumpulkan data Cell ID ini pada akhir November 2017 ini.

"Kami tidak menyertakan data Cell ID ke dalam sistem jaringan sinkronisasi kami, jadi data tersebut langsung dihapus, kami telah melakukan update sehingga tidak meminta data Cell ID," ujar juru bicara Google.

Kebijakan privasi Google pun selama ini dianggap tidak jelas dalam memberikan informasi. Tidak pernah ada informasi metode yang dilakukan Google untuk mengakses data lokasi.

"When you use Google services, we may collect and process information about your actual location. We use various technologies to determine location, including IP address, GPS, and other sensors that may, for example, provide Google with information on nearby devices, Wi-Fi access points and cell towers."

Sejumlah perusahaan seperti Apple menerapkan berbagai cara untuk mengumpulkan data demi meningkatkan layanannya, sembari menjanjikan untuk melindungi privasi data.

Namun Google masih bergantung kepada pengguna dengan memberikan opsi, melalui syarat-syarat ketentuan yang panjang lebar, meski pengguna sebenarya tidak tahu data apa yang diserahkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Quartz


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5G Vs 4G di Indonesia, Segini Beda Kecepatannya

5G Vs 4G di Indonesia, Segini Beda Kecepatannya

Internet
Link CCTV buat Pantau Kondisi Gunung Semeru Terkini yang Mengalami Erupsi

Link CCTV buat Pantau Kondisi Gunung Semeru Terkini yang Mengalami Erupsi

Internet
2 Wanita Tuntut Apple, Tuduh AirTag Bantu Aktivitas 'Stalking'

2 Wanita Tuntut Apple, Tuduh AirTag Bantu Aktivitas "Stalking"

e-Business
Pasukan Siber Ukraina Klaim Lumpuhkan Bank Terbesar Kedua Rusia

Pasukan Siber Ukraina Klaim Lumpuhkan Bank Terbesar Kedua Rusia

e-Business
Tampilan WhatsApp Grup Versi Desktop Berubah, Ada Foto yang Muncul

Tampilan WhatsApp Grup Versi Desktop Berubah, Ada Foto yang Muncul

Software
Apa Itu Zenly, Aplikasi yang Mau Ditutup Saat Tengah Naik Daun?

Apa Itu Zenly, Aplikasi yang Mau Ditutup Saat Tengah Naik Daun?

Software
Link dan Cara Membuat Twitter Wrapped untuk Rangkum Twit yang Pernah Diunggah

Link dan Cara Membuat Twitter Wrapped untuk Rangkum Twit yang Pernah Diunggah

Internet
Terakhir Hari Ini, Berikut Link dan Cara Daftar Rekrutmen Bersama BUMN 2022 Batch 2

Terakhir Hari Ini, Berikut Link dan Cara Daftar Rekrutmen Bersama BUMN 2022 Batch 2

e-Business
Elon Musk Pecat Petinggi Twitter karena Berupaya Kendalikan Dialog Publik

Elon Musk Pecat Petinggi Twitter karena Berupaya Kendalikan Dialog Publik

e-Business
10 Video Terpopuler di YouTube Indonesia Sepanjang 2022

10 Video Terpopuler di YouTube Indonesia Sepanjang 2022

Internet
Kunci Rahasia Android Bocor, HP Samsung Rentan Disusupi Malware

Kunci Rahasia Android Bocor, HP Samsung Rentan Disusupi Malware

Software
Seperti Smartphone, Bola Piala Dunia Qatar Harus Dicas Sebelum Dipakai

Seperti Smartphone, Bola Piala Dunia Qatar Harus Dicas Sebelum Dipakai

Gadget
[POPULER TEKNO] Misteri Kematian 3 Bos Kripto | Penampakan Ponsel Lipat Oppo Find N2 Flip | Adu Spesifikasi Xiaomi 12T Vs Xiaomi 11T

[POPULER TEKNO] Misteri Kematian 3 Bos Kripto | Penampakan Ponsel Lipat Oppo Find N2 Flip | Adu Spesifikasi Xiaomi 12T Vs Xiaomi 11T

Internet
Link Download Twibbon Hari Penerbangan Sipil Internasional 2022 dan Cara Pakainya

Link Download Twibbon Hari Penerbangan Sipil Internasional 2022 dan Cara Pakainya

Internet
Cara Mengatur Format Teks di Microsoft Word

Cara Mengatur Format Teks di Microsoft Word

Software
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.