Diperbarui, Ruang Kerja Digital VMware Jangkau Klien Lebih Luas

Kompas.com - 22/11/2017, 17:42 WIB
Cin Cin Go, Country Manager VMware untuk Indonesia. Java PRCin Cin Go, Country Manager VMware untuk Indonesia.
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Perusahaan Infrastruktur data dan internet, VMware menyatakan kesiapannya mendukung transformasi digital di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh VMware dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Rabu (22/11/2017) lalu.

Demi mencapai tujuan tersebut, VMware akan meningkatkan produk-produk berbasis cloud besutannya yang mendukung digital workspace, yakniWorkspace One.

Solusi Workspace One dari VMware yang telah dimutakhirkan diharapkan dapat makin memperluas suguhan pengalaman native client hingga ke lingkungan iOS, Android, macOS, Windows 10, maupun Chromebooks.

Hal itu diharapkan memungkinkan pengguna akhir untuk mengakses seluruh kebutuhan kerja mereka dari satu sistem digital workspace terpadu. Untuk memangkas kompleksitas,Workspace One juga akan melakukan unifikasi pada proses-proses pengelolaan konteks, identitas, maupun pengelolaan perangkat, menjadi satu konsol pengelolaan yang lebih ramping.

Baca juga : VMware Luncurkan Ruang Kerja Digital Workspace One

“Transformasi digital benar-benar mampu melahirkan hasil serta capaian bisnis yang nyata serta terukur, diharapkan kian mendorong lebih banyak perusahaan yang akan memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan potensi bisnis mereka seluas mungkin," ujar Cin Cin Go, Country Manager VMware untuk Indonesia melalui sebuah siaran pers.

Pernyataan tersebut didukung oleh Managing Director Dell EMC Indonesia, Cathrine Lian. Menurut Lian, penerapan layanan VMware Workspace One dapat mendukung terpangkasnya kompleksitas, memperkokoh keamanan data korporasi, serta  mampu menyuguhkan pengelolaan dan proses delivery IT yang ramping.

"Tumbuhnya penggunaan aplikasi-aplikasi web standar maupun aplikasi-aplikasi untuk menunjang produktivitas kerja menjadi faktor utama yang mendorong disuguhkannya pengalaman yang lebih menarik bagi pelanggan, meskipun di sisi lain, aplikasi-aplikasi tersebut juga menyita penggunaan sumber daya end-point yang makin besar pula," ujar Cathrine.

Digital workspace memiliki sifat yang lebih dinamis daripada perusahaan konvensional pada umumnya. Biasanya, perusahan ini didominasi oleh start-up digital dan non-digital yang masih dalam tahap pengembangan.

Baca juga : Telkomtelstra Luncurkan Hybrid Cloud Pakai Azure dari Microsoft

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X