Pemerintah Latih 100 Anak Muda untuk Jadi "Polisi Cyber"

Kompas.com - 23/11/2017, 17:19 WIB
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, pemerintah memiliki program "Born to Protect" sebagai salah satu upaya untuk menangkal maraknya serangan dari dunia maya. 

Program "Born to Protect" merupakan sebuah kompetisi teknologi di bidang keamanan internet untuk menjaring anak-anak muda berbakat untuk menjadi "tentara cyber".

"Kominfo membuat progran 'Born to Protect' untuk menyeleksi dan melatih 100 talenta setiap tahunnya. Melatih terkait keamanan siber," ujar Rudiantara di kampus Universitas Multimedia Nusantara, Serpong, Tangerang, Banten, Selasa (21/11/2017).

Sebanyak 100 talenta akan dididik menjadi ahli keamanan siber dalam Digital Camp selama dua Minggu. Rencananya, proses seleksi dan pelatihan akan diselenggarakan di 10 kota besar.

Born To Protect terdiri dalam beberapa rangkaian kegiatan, antara lain hacking contest, seminar, train of trainers, dan diakhiri dengan Digital Camp untuk peserta yang terpilih. 

Setelah Jakarta, audisi Born to Protect akan dilaksanakan di sembilan kota lainnya, yaitu Medan, Palembang, Bandung, Yogyakarta, Malang, Bali, Makassar, Manado dan Samarinda. 

"Mereka akan dilatih menjadi seperti penjaga keamanan siber. Mereka bisa membantu pemerintah dan pihak perusahaan dalam menangkal serangan siber," kata Rudiantara. 

Baca juga: Keamanan Siber Indonesia Tak Lebih Baik Dibandingkan Malaysia dan Singapura

Dalam menjaga keamanan internet, pemerintah tengah membentuk Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Pada Mei 2017, Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden No. 53 tahun 2017 tentang pembentukan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Saat ini, pembentukan lembaga tersebut masih berada pada tahap penataan susunan organisasi.

"Kepala BSSN nantj setingkat menteri tinggal menunggu Presiden menetapkan. Soal security-nya ada di BSSB, sementara Kominfo akan bergerak di-kontennya. Selain itu pemerintah juga membentuk satgas penegakan hukum untuk informasi bohong dan hoaks," kata Rudiantara.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.