Harga Smartphone di Indonesia Makin Mahal

Kompas.com - 23/11/2017, 19:17 WIB
Suasana di ITC Roxy Mas, Jakarta Pusat, Senin (13/4). Kawasan Roxy terkenal sebagai pusat penjualan telepon seluler dan berbagai macam aksesorinya. / KOMPAS/PRIYOMBODO KOMPAS/PRIYOMBODOSuasana di ITC Roxy Mas, Jakarta Pusat, Senin (13/4). Kawasan Roxy terkenal sebagai pusat penjualan telepon seluler dan berbagai macam aksesorinya. / KOMPAS/PRIYOMBODO
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Smartphone modern banyak menerapkan fitur ekstra, seperti layar minim bingkai (bezel less), kemampuan anti-air, hingga artificial intelligence. Konsekuensinya, harga jual ponsel pintar pun ikut terdongrak.

Hal itu terjadi di Indonesia. Menurut laporan firma riset pasar IDC, pada kuartal III-2017, harga jual rata-rata (average selling prices/ASP) smartphone di Tanah Air mengalami kenaikan tajam hingga mencapai 193 dollar AS (Rp 2,6 juta), atau 9 persen lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya.

Dibanding kuartal yang sama setahun lalu, kenaikan harga jual rata-rata smartphone di Indonesia bahkan lebih tinggi lagi, yakni mencapai kisaran 31 persen.

IDC mengatakan kenaikan harga tersebut antara lain disebabkan oleh banyaknya model-model smartphone populer dari para vendor besar, seperti Samsung dan Oppo yang kini dijual lebih mahal dari sebelumnya.

Ke depan, IDC memproyeksikan bakal ada lebih banyak perusahaan smartphone yang mengekor tren penerapan fitur ekstra, seperti kamera ganda dan layar bezel-less, dengan harapan bisa memancing konsumen untuk upgrade. Harga jualnya pun akan menyesuaikan.

Baca juga : Daftar 5 Besar Merek Smartphone di Indonesia

“Fitur-fitur ini yang sebelumnya hanya dapat ditemukan secara eksklusif pada ponsel high-end seperti Galaxy S8, nantinya akan menjadi semakin mainstream,” sebut IDC dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Kamis (23/11/2017).

Smartphone low-end masih primadona

Kendati demikian, sebagian besar (47 persen) konsumen smartphone di Indonesia masih cenderung memilih smartphone low-end di kisaran harga Rp 1,4 juta hingga kurang dari 2,7 juta (100 hingga 200 dollar AS). Rentang harga ini masih akan menjadi primadona sebagian besar konsumen Indonesia.

Sementara, smartphone kelas menengah dengan kisaran harga Rp 2,7 juta hingga kurang dari Rp 5,4 juta (200 hingga 400 dollar AS) memiliki pangsa sebesar 32 persen.

Pasar smartphone di Indonesia sendiri mencatat pengapalan 7,2 juta unit di kuartal III 2017. Angka itu turun 8,6 persen dibanding kuartal sebelumnya dan turun 1,1 persen dibanding kuartal yang sama tahun lalu.

Tren harga jual smartphone yang makin mahal juga terjadi di negara-negara lain di seluruh dunia. Oktober lalu, lembaga riset pasar GfK melaporkan ASP smartphone global mengalami kenaikan 7 persen pada kuartal III 2017 secara Year-on-Year.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X