Smartphone Asus, Sempat Meraja Kini Terlempar dari 5 Besar Indonesia - Kompas.com

Smartphone Asus, Sempat Meraja Kini Terlempar dari 5 Besar Indonesia

Kompas.com - 24/11/2017, 16:06 WIB
Asus ZenFone 4 Max.Helpix Asus ZenFone 4 Max.

KOMPAS.com - Awal pekan ini lembaga riset IDC merilis laporan terbarunya tentang pasar smartphone Indonesia di kuartal III 2017, termasuk daftar lima pabrikan ponsel pintar terbesar di Tanah Air.

Nama Asus tak lagi tercantum dalam daftar lima besar tersebut dan hanya masuk dalam kategori "others", seperti dirangkum KompasTekno dari keterangan tertulis IDC tersebut, Rabu (22/11/2017).

Padahal, pabrikan asal Taiwan ini rutin hadir sebagai salah satu vendor smartphone terbesar Indonesia di kuartal-kuartal sebelumnya. Bahkan Asus sempat mencatatkan diri dalam peringkat teratas pada tahun 2015.

Asus masih duduk di peringkat ketiga pabrikan smartphone terbesar Indonesia pada kuartal II 2016 dengan pangsa pasar sebesar 9 persen, namun angka pangsa pasar tersebut berangsur menurun.

Setahun lalu, pada kuartal III 2016, pangsa pasar Asus tercatat sebesar 8,2 persen, lalu kembali menurun menjadi 7 persen di kuartal II 2017.

Kemudian, pada kuartal III 2017, nama Asus menghilang dari daftar lima besar pabrikan smartphone Indonesia lansiran IDC. Berarti pangsa pasarnya kurang dari angka 6,2 persen yang dicatat oleh Xiaomi di urutan ke-5 dalam daftar.

Pasaran smartphone Indonesia sendiri tercatat menurun 8,6 persen secara quarter over quarter, dari 7,9 juta unit di kuartal sebelumnya menjadi 7,2 juta unit. Dibanding periode yang sama tahun lalu, penurunannya sebesar 1,1 persen.

Tergeser ponsel China

Asus bukan satu-satunya vendor smartphone yang terlempar dari daftar 5 pabrikan terbesar di Indonesia. Nama-nama lain yang masih rajin muncul tahun lalu, seperti Lenovo dan Smartfren, juga telah menghilang dari daftar IDC.

Posisi mereka tergeser oleh pabrikan-pabrikan China yang belakangan merangsek masuk ke pasaran Indonesia dengan didukung pemasaran yang agresif.

Selain Oppo yang sejak tahun lalu sudah menempati urutan kedua dan memepet Samsung selaku pimpinan pasar, ada Vivo yang pada kuartal III 2017 masuk daftar 5 besar pabrikan smartphone Indonesia untuk pertama kalinya dengan raihan pangsa pasar 7,5 persen.

Lima besar pabrikan smartphone di Indonesia, menurut data lembaga riset pasar IDC untuk kuartal-III 2017.IDC Lima besar pabrikan smartphone di Indonesia, menurut data lembaga riset pasar IDC untuk kuartal-III 2017.

Xiaomi pun tak mau kalah berpomosi. Menurut IDC, pabrikan ini rajin menggenjot aktivitas offline retail dan memasang berbagai iklan di tempat ramai. Xiaomi berhasil duduk di urutan ke-5, persis di bawah Vivo

Dengan kata lain, tiga dari lima pabrikan smartphone terbesar di Indonesia dikuasai oleh merek dari Negeri Tirai Bambu. Hanya ada satu vendor lokal yang masih bertahan di daftar 5 besar IDC, yakni Advan dengan pangsa pasar 8,3 persen.

Baca juga : Begini Kata Asus soal Serbuan Smartphone China

Sempat nomor satu

Asus mulai naik daun di pasaran smartphone Indonesia pada 2014 lewat rilis seri ZenFone yang dibanderol terjangkau. Saat melepas generasi ke-2 ponsel ZenFone pada 2015, vendor ini menargetkan akan duduk di posisi kedua di Indonesia.

Seri ZenFone 2, dibantu model berharga terjangkau ZenFone Go dan ZenFone Selfie, sukses mengantar Asus menggapai cita-cita tersebut, bahkan melewatinya pada kuartal IV 2015.

Saat itu, Asus mencatat mencatat raihan pangsa pasar smartphone teratas di Indonesia dengan market share sebesar 21,9 persen, di atas Samsung dengan pangsa pasar 19,7 persen. Angka tersebut diambil dari laporan Asia/Pacific Quarterly Mobile Phone Tracker IDC yang dirilis pada Februari 2016.

Secara keseluruhan sepanjang 2015, Asus duduk di urutan kedua pasaran smartphone Indonesia dengan market share 15,9 persen, persis di bawah Samsung yang memimpin dengan 24,8 persen.

Asus sempat duduk di puncak pasaran smartphone Indonesia pada akhir 2015.IDC Asus sempat duduk di puncak pasaran smartphone Indonesia pada akhir 2015.

Terdapat jeda cukup jauh antara rilis ZenFone 2 dan penerusnya, ZenFone 3 di Indonesia. Seri smartphone ZenFone 2 dilepas pada April 2015, sementara ZenFone 3 baru resmi masuk Indonesia lebih dari setahun setelahnya pada September 2016.

ZenFone 3 sekaligus menandai masuknya Asus ke kelas smartphone premium. Setelah sebelumnya hanya berkonsentrasi di kelas entry level dan menengah, pabrikan ini memberanikan diri merilis produk ZenFone 3 Deluxe dengan banderol mencapai belasan juta rupiah.

Asus turut menyediakan model-model ZenFone 3 lain yang berbanderol lebih bersahabat, seperti ZenFone 3 Max yang dibanderol di kisaran Rp 2 jutaan.

Meski demikian, tak seperti pendahulunya, seri ZenFone 3 kurang berhasil mendongkrak posisi Asus di pasaran smartphone Indonesia.

Apalagi di saat yang sama Asus mesti bersaing dengan serbuan para vendor China yang menawarkan produk dengan didukung pemasaran agresif. Pangsa pasar Asus di pasaran smartphone Indonesia pun berangsur menurun.

ZenFone 4

Sheryl Sheinafia dan Rizky Febian meluncurkan Zenfone 4 Selfie di Pullman Hotel, Jakarta Barat, Rabu (25/10/2017).KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG Sheryl Sheinafia dan Rizky Febian meluncurkan Zenfone 4 Selfie di Pullman Hotel, Jakarta Barat, Rabu (25/10/2017).

Pada Agustus 2017, Asus meluncurkan seri ponsel ZenFone berikutnya di Indonesia, yakni ZenFone 4. Ada enam model yang diperkenalkan, dengan banderol harga mulai Rp 3,7 juta untuk model ZenFone 4 Selfie hingga di kisaran Rp 8 juta untuk ZenFone 4 Pro.

Kemunculan keenam model ZenFone 4 segera disusul oleh model smartphone ZenFone 4 lainnya pada September 2017, yakni ZenFone 4 Max Pro yang dibanderol lebih rendah di kisaran Rp 2,9 juta.

Kiprah ZenFone 4 belum terlalu terlihat lantaran baru beberapa bulan beredar di pasaran. Bisakah model-model smartphone teranyar dari Asus ini membalik peruntungan sang pembuatnya di pasaran smartphone Indonesia?


PenulisOik Yusuf
EditorReza Wahyudi
Komentar
Close Ads X