Kompas.com - 29/11/2017, 18:33 WIB
Ilustrasi uang. mafiatoday.comIlustrasi uang.
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Layanan Airbnb dicurigai dijadikan sebagai tempat pencucian uang oleh para hacker pencuri kartu kredit. Modus seperti ini sedang ramai dipraktikkan di Rusia dan Eropa.

Dari laporan Engadget yang dirangkum KompasTekno, Rabu (29/11/2017), banyak posting-an di forum kriminal online berbahasa Rusia yang mencari orang untuk bekerja sama menyalahgunakan layanan Airbnb untuk tujuan pencucian uang.

Ada beberapa strategi yang digunakan pelaku pencucian uang memanfaatkan Airbnb. Pelaku menggunakan akun resmi Airbnb dari pengguna individu maupun grup atau mencuri akun Airbnb untuk melakukan pemesanan dan pembayaran ke tuan rumah (host) yang telah diajak bekerja sama.

Kemudian, host tersebut mengirim kembali keuntungannya, walaupun tempat yang dipesan tidak ditinggali. Intinya, pelaku 'menyaring' nominal kartu kredit yang dicuri.

Baca juga : Airbnb Beli Startup Sewa Kamar Kaum Difabel

"Uangnya 50:50. Anda akan menerima uangnya sekitar dua hari setelah tanggal pemesanan", tulis seorang scammer di forum kriminal tersebut.

Pengguna lain menulis sedang mencari host untuk diajak bekerja sama, memberi isyarat jika mereka akan mencuci uangnya melalui host asal Rusia yang telah mendapat ulasan dari Airbnb. Jika sudah mendapat ulasan, host tersebut lebih meyakinkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seorang scammer juga menulis bahwa mereka mencari orang yang mau menerima dan menarik dana dari Airbnb. "Tapi kami membutuhkan kerja sama jangka panjang secara terus menerus", imbuhnya di forum tersebut.

Scammer lain juga mengiming-imingi uang senilai 1.000-3.000 dollar AS (Rp 13,5 - 40,5 jutaan) sekaligus kepada seornag host. Adapula scammer yang mencari host di luar Rusia dan beberapa negara Uni Eropa dengan bagi hasil 50:50.

Selain memanfaatkan properti, pencucian uang terkadang juga memanfaatkan gadget.
Misalnya, membeli iPhone menggunakan kartu kredit curian yang kemudian dijual kembali.

Pihak Airbnb melalui kepala manajemen risiko dan kepercayaan global, Nick Shapiro mengatakan, pihaknya memiliki algoritma sebagai pelindung untuk mengawasi aktivitas yang tidak wajar.

"Kami menggunakan friksi otoritas mikro dan keamanan tiga dimensi (3D) untuk melakukan verifikasi saat sebuah kartu kredit digunakan pemiliknya, dan mengukur level risiko yang berhubungan dengan transaksi", jelas Shapiro.

Ia menambahkan jika Airbnb melakukan banyak hal untuk mengamankan akun-akun Airbnb, termasuk menggunakan multi-factor authentication (MFA) sebagai metode log-in menggunakan perangkat baru di mana pun.

Baca juga : Kisah Orang Indonesia Berbisnis Kamar Tidur yang Kosong di Airbnb

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber ENGADGET
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.