Mayoritas Aplikasi Android Diam-diam Awasi Pengguna

Kompas.com - 30/11/2017, 07:10 WIB
IIustrasi Google Play Store di laptop Chromebook GoogleIIustrasi Google Play Store di laptop Chromebook
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Mayoritas aplikasi populer untuk Android diam-diam mengamati kebiasaan pengguna. Setidaknya begitu menurut penelitian dari Privacy Lab, Yale University, Amerika Serikat.

Tak kurang dari 25 jenis software penguntit tersebar dalam 75 persen dari 300 aplikasi Android yang dianalisis tim peneliti. Beberapa di antara aplikasi yang dimaksud adalah Tinder, Uber, Twitter, Skype, dan Spotify.

Software penguntit itu mampu merekam data personal pengguna, mulai dari lokasi hingga yang lebih informatif untuk kepentingan pengiklan. Pengguna pun tak bisa berbuat apa-apa, sebab software pihak ketiga tersebut tersisip secara default.

Lebih naasnya, 25 persen dari 300 aplikasi yang dinyatakan bersih dari software penguntit dikatakan belum tentu benar-benar bersih. Bisa saja aplikasi-aplikasi itu tersemat software penguntit yang belum dikenali di dunia keamanan siber.

Software penguntit yang tersisip di dalam aplikasi Android ini tak ubahnya kotak hitam alias black box yang sulit diidentifikasi keberadaannya. Pengguna pun tak akan tahu-menahu apakah mereka sedang dibuntuti dan seberapa jauh mereka dibuntuti.

Meski saat ini yang baru ditemui adalah kasus mata-mata pada aplikasi Android, bukan berarti pengguna Apple dijamin aman. Pasalnya, aplikasi populer di Android banyak pula tersemat untuk iOS.

“Perusahaan pembuat software penguntit secara terbuka memasarkan Software Development Kits (SDK) yang kompatibel untuk semua platform,” perwakilan tim peneliti menuturkan, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Kamis (30/11/2017), dari TheInquirer.

Terlepas dari itu semua, tim peneliti mengimbau agar masyarakat diperlakukan secara adil. Software penguntit yang dipasang tanpa sepengetahuan pengguna bisa dibilang tak etis.

“Pengguna Android dan sistem operasi lain layak menerima proses distribusi dan instalasi aplikasi yang terpercaya,” kata perwakilan tim peneliti.

Baca juga : Kehidupan Pencuri Ponsel Dibuat Film berkat Aplikasi Mata-mata

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.