Aplikasi Kamera Unik, Jepret Sekarang Baru Jadi Tiga Hari Lagi

Kompas.com - 11/12/2017, 14:15 WIB
Ilustrasi aplikasi Gudak Cam. Screw BarIlustrasi aplikasi Gudak Cam.
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Di era digital, menjepret foto adalah perkara mudah. Cukup arahkan kamera atau smartphone ke subyek yang ingin diabadikan, tekan tombol shutter, dan foto pun akan tersaji secara instan.

Sebuah aplikasi bernama Gudak Cam coba melawan arus foto instan digital ini dengan meniru cara kerja kamera disposable (sekali pakai) lawas. Namun, foto yang diambil tak bisa langsung dilihat. Pengguna mesti menunggu “proses pencucian” selama tiga hari sebelum bisa melongok hasil jepretan.

Pengambilan foto pun tak bisa dilakukan serampangan. Gudak Cam mengharuskan penggunanya untuk “mengisi rol film” virtual berisi 24 frame. Begitu frame habis, ada jeda beberapa jam sebelum “roll film” baru bisa “dimasukkan” ke aplikasi.

Walau terdengar sangat merepotkan, anehnya, aplikasi iOS yang dibanderol kurang dari 1 dollar AS ini justru sangat populer di Korea Selatan di Jepang, khususnya di kalangan cewek-cewek remaja dua negara tersebut.

Alasannya mungkin berkaitan dengan sifat Gudak Cam yang membangun antisipasi selagi pengguna menunggu proses berhari-hari sebelum bisa melighat foto jepretan.

Foto-foto jepretan Gudak Cam hanya bisa dilihat setelah tiga hari. Pengguna juga bisa menambah berbagai efek visual seperti light leak ala kamera film jadul.Screw Bar Foto-foto jepretan Gudak Cam hanya bisa dilihat setelah tiga hari. Pengguna juga bisa menambah berbagai efek visual seperti light leak ala kamera film jadul.
Gudak Cam juga muncul di tengah tren kamera film yang belakangan mengamuka.

Seperti kamera film, pengguna Gudak Cam harus berpikir baik-baik sebelum mengambil foto, alih-alih menjepret sebanyak-banyaknya sebelum menyimpan hasil terbaik seperti pada kamera digital.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga : Apa Beda Hasil Foto Kamera Film dan Digital?

Tampilan aplikasi Gudak Cam mengingatkan pada bentuk kamera disposable Kodak jadul. Pengguna mesti membidik lewat viewfinder mungil dalam aplikasi sehingga menambah kesan retro lebih jauh. Ada pula berbagai efek visual yang bisa ditambah seperti random light leak dan color cast yang umum ditemukan di kamera disposable lawas.

Pembuat Gudak Cam adalah startup asal Korea Selatan, Screw Bar.

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari sebuah laporan Nikkei Asian Review, Senin (11/12/2017), angka unduhan aplikasi ini  mencapai 1,3 juta hanya dalam waktu dua setengah bulan semenjak dirilis pertama kali Juli lalu.

Di toko Google Play Store ada aplikasi Android serupa bernama Kudak Pro yang juga menyajikan 24 frame dalam satu rol film virtual. Hanya saja, waktu “pencuciannya” lebih singkat, yakni satu hari.

Baca juga : Soup N Film, Surga Anak Muda Pehobi Kamera Film



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X