5 Tahun Lagi, Pelanggan Seluler Indonesia Tembus 400 Juta

Kompas.com - 18/12/2017, 17:59 WIB
Vice President Network Solution Ericsson Indonesia dan Timor Leste, Ronni Nurmal, ketika menyampaikan paparan Ericsson Mobility Report 2017 di Jakarta, Senin (18/12/2017).
Oik Yusuf/ KOMPAS.comVice President Network Solution Ericsson Indonesia dan Timor Leste, Ronni Nurmal, ketika menyampaikan paparan Ericsson Mobility Report 2017 di Jakarta, Senin (18/12/2017).
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReska K. Nistanto

JAKARTA, KOMPAS.com - Angka pelanggan seluler di Indonesia diprediksi terus meningkat. Ericsson selaku salah satu pelaku industri komunikasi menyebutkan bahwa angka mobile subscription di Indonesia pada 2017 akan mencapai kisaran 370 juta.

Lima tahun lagi, pada 2023, perusahaan asal Swedia itu memperkirakan jumlah pelanggan ponsel di Tanah Air bakal mencapai angka 410 juta. Estimasi tersebut disampaikan dalam paparan Ericsson Mobility Report 2017 di Jakarta, Senin (18/12/2017).

"Jumlah pelanggan mobile melebihi populasi karena satu orang bisa memiliki lebih dari satu nomor ponsel, misalnya untuk dipakai di ponsel kedua atau perangkat lain," terang Vice President Network Solution Ericsson Indonesia dan Timor Leste, Ronni Nurmal.

Lebih lanjut, Ronni mengatakan smartphone diprediksi bakal menjadi jauh lebih dominan sebagai perangkat mobile pilihan konsumen seluler Indonesia.

Baca juga : CDMA Smartfren Ditutup Selamanya, Bagaimana Nasib Pelanggan?

Dari sebanyak 370 juta nomor langganan ponsel di Indonesia tahun 2017, Ericsson mencatat baru sekitar 180 juta, atau 50 persen yang digunakan di smartphone.

Proporsi smartphone itu disebut bakal meningkat hingga 80 persen, atau 340 juta dari 410 juta pelanggan seluler di Indonesia pada 2023, menurut prediksi Ericsson.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2G bakal punah

Selain jumlah smartphone yang makin banyak, generasi jaringan seluler yang dipakai di Indonesia pun diperkirakan akan terus bergeser sehingga memperbanyak adopsi 4G LTE.

Pada 2017, Ericsson mengatakan jenis jaringan seluler di Indonesia masih didominasi oleh 3G dengan proporsi 53 persen, disusul 2G dengan 29 persen. Sementara, adopsi 4G LTE baru mencapai 17 persen.

Keadaan itu diprediksi bakal berbalik pada 2023, saat penggunaan jaringan 3G sudah menyusut menjadi 21 persen, sedangkan LTE/4G dominan dengan angka 79 persen.

"Untuk 2G, meski masih ada sekarang, pada 2023 nanti mungkin sudah sangat sedikit atau tidak ada sama sekali," ujar Ronni.

"Tahun ini saja populasi langganan LTE di Indonesia sudah 60 juta. Tahun 2023 nanti kami perkirakan meningkat 5 kali lipat menjadi 320 juta," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.